Vietnam Terbitkan Pedoman Kode Etik Medsos: Harus Positif

CNN Indonesia | Sabtu, 19/06/2021 05:40 WIB
Vietnam menerbitkan pedoman nasional yang mengatur kode etik berperilaku di media sosial yang salah satunya harus menampilkan hal positif tentang negara. Ilustrasi. Pengguna medsos via ponsel pintar di Vietnam. (AFP/MANAN VATSYAYANA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vietnam memperkenalkan pedoman nasional yang mengatur kode etik berperilaku di media sosial.

Lewat pedoman tersebut pemerintah Vietnam hendak mendorong penduduk di negara tersebut mengunggah konten positif tentang negara, dan mengharuskan pegawai negeri melaporkan 'informasi yang bertentangan' kepada atasan mereka.

Seperti dilansir dari Reuters, Jumat (18/6), pedoman tersebut melarang unggahan konten yang melanggar hukum dan 'memengaruhi kepentingan negara'. Pedoman itu berlaku bagi semua organisasi, perusahaan media sosial dan penggunanya di Vietnam.


"Pengguna media sosial didorong untuk mempromosikan keindahan alam, masyarakat, dan budaya Vietnam, dan menyebarkan cerita baik tentang orang-orangnya yang baik," demikian salah satu bunyi pedoman bermedsos tersebut yang tertuang dalam keputusan kementerian informasi yang mulai berlaku sejak diundangkan pada 17 Juni 2021.

Belum ada penjelasan apakah pedoman tersebut mengikat secara hukum, atau bagaimana cara penegakannya.

Mengutip dari kantor berita Nhan Dan, pedoman tersebut diterbitkan untuk memastikan kebebasan sipil, kebebasan berbisnis, dan tak ada diskriminasi antara penyedia layanan domestik dan asing sesuai standar yang disepakati Vietnam.

Kantor berita yang terafiliasi dengan Partai Komunis Vietnam itu menyatakan pedoman tersebut mengembangkan standar etika berperilaku di media sosial. Selain itu pula bertujuan mendidik dan mengembangkan pengguna media sosial untuk berkontribusi dalam membangun lingkungan digital yang sehat dan aman.

"Ini mendorong organisasi dan individu untuk berbagi informasi dari sumber resmi dan terpercaya, dan berperilaku dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan budaya tradisional Vietnam," demikian tertulis di berita media tersebut.

Di satu sisi, seperti dilansir Reuters, Partai Komunis yang berkuasa di Vietnam diketahui sedikit menoleransi kritik, mempertahankan kontrol ketat atas media, dan dalam beberapa tahun terakhir memimpin tindakan keras yang intensif terhadap para aktivis dan pengkritik. Beberapa aktivis di antaranya  antaranya menjalani hukuman penjara yang lama karena unggahan konten di media sosial.

Pada November 2020 Reuters secara eksklusif melaporkan bahwa pihak berwenang Vietnam telah mengancam akan menutup Facebook jika raksasa media sosial itu tidak tunduk pada tekanan pemerintah untuk menyensor lebih banyak konten politik lokal di platform tersebut.

Sebagai informasi, pengguna Facebook di Vietnam disinyalir mencapai sekitar 60 juta pengguna.

Salah satu yang unik, kondisi daring di Vietnam itu pun membuat pengguna medsos di Vietnam melakukan siasat dalam membahas situasi di dalam negeri. Contohnya, pada Januari lalu pengguna media sosial Vietnam menggunakan laporan cuaca palsu dan skor sepak bola sebagai sarana kreatif untuk membahas perselisihan kepemimpinan Partai Komunis setelah larangan resmi terhadap spekulasi menjelang kongres parpol penguasa tersebut.

(Reuters/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK