Adik Kim Jong-un Peringatkan AS soal Salah Ekspektasi Dialog

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 07:37 WIB
Adik Kim Jong-un peringatkan AS soal ekspektasi yang salah dalam dialog dengan Korea Utara, sehingga menghadapi kekecewaan yang lebih besar. Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong. (AFP / Dong-A Ilbo/ South Korea OUT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Adik dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Yo-jong, peringatkan Amerika Serikat (AS) soal ekspektasi yang salah dari negara Paman Sam itu atas dialog dengan Pyongyang.

Lebih lanjut, Kim Yo-jong disebut bahwa atas ekspektasi yang salah itu, AS sedang menghadapi kekecewaan yang lebih besar.

Demikian laporan kantor berita negara Korea Utara seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/6).


Pernyataan Kim Yo-jong itu sendiri muncul merespons Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada Minggu (20/6) lalu. Dalam pernyataannya, Sullivan mengaku melihat 'sinyal yang menarik' dari pidato terkini Kim Jong-un sebagai reaksi atas Washington baru-baru ini.

Diketahui, pekan lalu, Kim Jong-un menyatakan negaranya harus bersiap menghadapi dialog dan konfrontasi dengan AS.

"Ini terlihat bahwa AS sepertinya menafsirkan situasi sedemikian rupa untuk mencari kenyamanan bagi dirinya sendiri," ujar Kim Yo-jong yang juga pejabat senior di partai berkuasa Korut itu seperti disiarkan KCNA.

"Ekspektasi, yang mereka pilih untuk disimpan dengan cara yang salah, akan menjerumuskan mereka ke dalam kekecewaan yang lebih besar," kelanjutan pernyataan adik Kim Jong-un peringatkan AS tersebut.

Sebagai tanggapan, Departemen Luar Negeri AS, pada hari yang sama menyatakan komentar Kim Yo-jong tidak mengubah keinginan mereka mengeksplorasi diplomasi dengan Korea Utara.

Salah satu upaya diplomasi yang dilakukan AS terhadap Korut adalah terkait program senjata nuklir. Pemerintahan AS terkini, di bawah kepresidenan Joe Biden, menyatakan akan melakukan tinjauan kebijakan dan mengatakan akan mencari cara-cara yang "dikalibrasi dan praktis" untuk membujuk Pyongyang melakukan denuklirisasi.

Sejauh ini Korut sendiri diketahui telah menolak permohonan AS untuk diplomasi sejak Biden mengambil alih kekuasaan dari tangan presiden sebelumnya Donald Trump usai Pilpres 2020. Trump sendiri--saat berkuasa--telah tiga kali melakukan pertemuan bilateral dengan Kim Jong-un, namun tetap gagal membujuk denuklirisasi.

Awal pekan ini, utusan khusus AS untuk  Korut, Sung Kim menawarkan pertemuan antara Washington dengan Pyongyang di mana saja, kapan saja tanpa prasyarat.

"Kami terus berharap Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) akan menanggapi secara positif peninjauan kami, dan tawaran kami untuk bertemu di mana saja kapan saja, tanpa prasyarat," kata Sung Kim selama kunjungan lima hari di Korea Selatan, seperti dikutip dari AFP, Senin (21/6).

Pernyataan utusan khusus dari Negara Paman Sam itu muncul, setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un merespons pernyataan AS mengenai negaranya baru-baru ini.

Dalam pertemuan di Pyongyang pekan lalu, Kim Jong-un menyatakan negaranya harus bersiap untuk "dialog dan konfrontasi" dengan AS.

Perintah tersebut merupakan respons Kim Jong Un beberapa hari setelah AS dan enam negara lain dalam Grup Tujuh (G7) mendesak Korut menghentikan program nuklir dan kembali ke meja perundingan.

(Reuters, AFP/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK