Detik-detik Warga Merintih Terjebak Apartemen Runtuh di AS

CNN Indonesia | Jumat, 25/06/2021 04:50 WIB
Petugas yang melakukan evakuasi ingin segera menolong, namun cemas bangunan yang tersisa ikut ambruk dan menimpanya. Ilustrasi reruntuhan bangunan yang rubuh (AP/Khalil Hamra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petugas pemadam kebakaran kesulitan membantu mencari korban di antara reruntuhan bangunan apartemen di Pantai Miami, Florida, Amerika Serikat. Bangunan yang lulu lantak dan puing berserakan jadi penyebabnya.

Mengutip CNN, saat proses evakuasi, tim petugas pemadam kebakaran sempat mendengar suara dari reruntuhan. Suara itu berasal dari korban yang terdengar tengah kesakitan.

"Para penyelamat mendengar suara dari puing-puing," kata pimpinan pemadam kebakaran setempat, Jimmy Patronis.



Dia mengatakan tim berusaha keras untuk mencari sumber suara. Namun, begitu banyak puing akibat bangunan yang luluh lantak menghambat mereka. Sejauh ini baru 11 korban luka yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan.

"Anda akan berada dalam kondisi sangat fokus dan bertekad melakukan segala untuk menyelamatkan nyawa," kata Patronis.

"Mencoba menggeser puing-puing tapi pada saat yang sama puing-puing itu bisa menimpa anda," tambahnya.

Sebuah apartemen di Pantai Miami, Florida, AS dilaporkan luluh lantak pada Kamis dini hari (24/6). Sebanyak 102 orang dilaporkan menjadi korban namun masih ada 99 yang belum ditemukan.

Jumlah korban diperkirakan bertambah lantaran pembersihan puing-puing bangunan masih dilakukan petugas setempat. Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab apartemen yang berdiri 1981 dan memiliki 130 unit itu rubuh.

Sementara itu, Wali Kota Miami-Dade, Levine Cava sudah menghubungi Presiden Amerika Serikat Joe Biden ihwal apartemen yang rubuh. Dia menghubungi Biden beberapa jam setelah kejadian.

"Kepada warga Florida, apapun pertolongan yang kalian butuhkan, pemerintah akan membantu, kita akan berada di sana," katanya mengutip AFP.

(CNN/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK