Varian Delta Melonjak, Afsel Pertimbangkan Pembatasan Ketat

eks, CNN Indonesia | Minggu, 27/06/2021 03:52 WIB
Afrika Selatan mempertimbangkan untuk melakukan pembatasan yang lebih ketat imbas dari meningkatnya penularan virus corona varian Delta. Ilustrasi. Afrika Selatan mempertimbangkan untuk melakukan pembatasan yang lebih ketat imbas dari meningkatnya penularan virus corona varian Delta. (AP/Jerome Delay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Afrika Selatan mempertimbangkan untuk melakukan pembatasan kegiatan yang lebih ketat imbas dari meningkatnya penularan virus corona varian Delta yang sangat menular.

Menurut keterangan pemerintah dan ilmuwan, negara bagian dengan situasi paling parah di Afrika mencatat terjadi 18.762 infeksi baru pada Sabtu (26/6).

Ini merupakan angka harian tertinggi sejak Januari. Sehingga, total kasus yang dikonfirmasi laboratorium menjadi 1.895.905, di mana 59.621 di antaranya berakibat fatal.


"Kami berada dalam fase eksponensial pandemi dengan jumlah yang tumbuh sangat, sangat, sangat cepat dan akan terus bertambah dalam beberapa minggu ke depan," jelas Tulio de Oliveira dari Jaringan Pengawasan Genom di Afrika Selatan dalam pertemuan virtual.

Untuk mengekang penyebaran, "kita perlu melakukan pembatasan yang lebih keras dan lebih ketat ... dan itu perlu dilakukan segera," ujar Koleka Mlisana, Kepala Komite Penasihat Kementerian untuk Covid-19.

Pejabat kesehatan di seluruh dunia waspada dengan cepatnya penularan virus corona varian Delta yang pertama kali merebak di India.

Sebelumnya, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa Delta adalah varian Covid yang paling menular dan sekarang telah mencapai setidaknya 85 negara.

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK