Afrika Selatan Lockdown Ketat Lawan Covid-19 Varian Delta

CNN Indonesia | Selasa, 29/06/2021 18:54 WIB
Afrika Selatan menerapkan lockdown ketat mulai Senin (28/6) untuk melawan gelombang tiga pandemi Covid-19 karena lonjakan penularan varian Delta. Afrika Selatan menerapkan lockdown ketat mulai Senin (28/6) untuk melawan gelombang tiga pandemi Covid-19 karena lonjakan penularan varian Delta. (AFP/Michele Spatari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Afrika Selatan memutuskan untuk menerapkan lockdown ketat mulai Senin (28/6) untuk melawan gelombang tiga pandemi Covid-19 karena lonjakan penularan varian Delta.

Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa, mengatakan bahwa pengetatan aturan ini harus dilakukan karena gelombang ketiga pandemi di negaranya diprediksi akan lebih parah karena varian Delta.

"Kita berada di ujung tanduk gelombang mengerikan dengan semua indikasi menunjukkan ini akan lebih parah dari sebelumnya. Puncak gelombang tiga tampaknya akan lebih tinggi dari dua gelombang sebelumnya," ujar Ramaphosa seperti dikutip CNN.


Ramaphosa mengatakan bahwa lockdown kali ini lebih ketat ketimbang sebelumnya. Di bawah aturan ini, semua perkumpulan orang dilarang kecuali untuk pemakaman terbatas.

Selain itu, jam malam juga diperketat menjadi 21.00 hingga 04.00 keesokan harinya. Warga juga dilarang keluar masuk Gauteng, salah satu provinsi di Afsel dengan tingkat penularan Covid-19 paling tinggi.

Sekolah-sekolah ditutup, sementara restoran hanya boleh menerima pesanan dibawa pulang dan layanan pesan antar. Penjualan alkohol juga dilarang.

Pemerintah terpaksa memperketat aturan karena lonjakan Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan, terutama di Provinsi Gauteng.

Sejumlah ahli kesehatan di kota terbesar di Gauteng, Johannesburg, mengatakan bahwa rumah sakit nyaris melebihi kapasitas. Tim medis juga kewalahan melayani pasien.

Tak hanya keterbatasan tempat tidur, penanganan Covid-19 di Afrika Selatan juga terganjal karena kekurangan staf medis terlatih untuk menangani pasien terinfeksi virus corona.

Direktur KZN Research Innovation & Sequencing Platform (KRISP), Tulio de Oliveira, mengatakan bahwa Afsel saja sudah kewalahan ketika menghadapi gelombang kedua pandemi akibat kemunculan corona varian Beta.

[Gambas:Video CNN]

Kini, tim medis di Afsel kian kelimpungan karena Covid-19 varian Delta memang lebih cepat menular ketimbang Beta.

"Varian baru [Delta] ini tak hanya meningkat, tapi juga mulai mendominasi infeksi di Afrika Selatan," katanya.

Afsel memang sedang mengalami lonjakan penularan Covid-19. Pada akhir pekan lalu, Afsel mencatat 18.762 infeksi corona baru dalam sehari, yang tertinggi sejak pandemi melanda.

Dengan penambahan tersebut, Afsel sudah melaporkan 1,94 juta kasus Covid-19 dengan 60.038 kematian sejak awal pandemi tahun lalu.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK