Prancis Larang Warga Belum Vaksin Keluyuran di Ruang Publik

CNN Indonesia | Selasa, 13/07/2021 20:10 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melarang penduduk nongkrong di kafe jika belum divaksin Covid-19. Penduduk Prancis bersantai di tepi sungai saat kasus Covid-19 melonjak. (REUTERS/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengesahkan larangan masuk restoran, kafe, mal, atau tempat publik lainnya bagi warga yang belum divaksinasi Covid-19.

Macron menuturkan aturan itu mulai berlaku Agustus mendatang. Nantinya, setiap orang yang ingin pergi keluar untuk makan dan minum, mengunjungi pusat perbelanjaan, dan pergi jarak jauh menggunakan transportasi publik harus menunjukkan dokumen berupa "paspor sehat".

Dokumen itu menyatakan orang itu sudah divaksin atau memiliki hasil tes Covid-19 negatif.


Paspor sehat juga diperlukan ketika warga ingin menghadiri festival atau nonton di bioskop dan teater.

Sejak aturan itu diumumkan Macron, jumlah warga yang mendaftar vaksinasi meroket.

"Kami mencetak rekor 20 ribu pendaftar setiap menit, benar-benar rekor tertinggi sejak pertama kampanye vaksinasi dibuka dan ini terus meningkat setiap waktu," kata Kepala operator situs pendaftaran vaksinasi Doctolib, Stanislas Niox-Chateau, kepada BFMTV pada Senin (12/7) malam.

Sejauh ini, Niox-Chateau mencatat total 926 ribu orang mendaftar vaksin melalui situsnya. Sebanyak 65 persen dari pendaftar merupakan warga di bawah 35 tahun.

Pemerintah Prancis terus mendesak warga segera melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya mengendalikan lonjakan penularan corona, terutama akibat penyebaran varian Delta Covid-19 yang lebih cepat menular.

Prancis juga akan mengakhiri program pemeriksaan Covid-19 gratis agar mendorong warga melakukan vaksinasi ketimbang menjalani tes sesering mungkin.

Dikutip AFP, baru-baru ini Macron juga mewajibkan vaksin bagi seluruh tenaga kesehatan dan mengancam akan menjatuhkan denda kepada yang belum melakukan.

Media massa France 24 melaporkan Macron menyatakan seluruh tenaga kesehatan di negaranya harus mengikuti program vaksinasi paling lambat pada 15 September. Jika tidak, mereka terancam denda.

Kebijakan Macron soal vaksin ini mengundang kritik dari masyarakat terutama di media sosial. Tagar #dictature atau diktator sempat menjadi trending topic di Twitter.

Sejumlah masyarakat keberatan dengan penerapan paspor sehat. Menurut mereka, paspor sehat melanggar hak dan kebebasan seseorang untuk memilih divaksinasi atau tidak.

Sementara kaum anti-vaksin memunculkan teori konspirasi tentang kaitan antara pemerintah dan perusahaan farmasi yang mencari untung di tengah masa pandemi.

Jumlah penularan Covid-19 baru meningkat tajam di Prancis. Dalam beberapa hari terakhir, Prancis terus mencatat lebih dari 4.000 kasus corona baru dalam satu hari.

Sejauh ini, sekitar 35,5 juta orang atau lebih dari setengah populasi Prancis sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Namun, tingkat vaksinasi terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Di awal pandemi, masyarakat Prancis memang memiliki tingkat skeptisme terhadap vaksin tertinggi jika dibandingkan dengan warga negara maju lainnya.

(rds/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK