Inggris Ungkap Rencana Kerja Sama dengan Taliban

CNN Indonesia
Rabu, 14/07/2021 15:10
Ilustrasi pasukan Taliban. (AFP/BEHROUZ MEHRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menyebut negaranya akan bekerja sama dengan Taliban jika kelompok itu masuk ke pemerintahan Afghanistan.

"Siapapun pemerintahan saat ini, asalkan mematuhi norma-norma internasional, pemerintah Inggris akan terlibat dengannya," kata Ben kepada Daily Telegraph, Selasa (13/7).

Namun Ben memperingatkan bahwa Inggris akan meninjau hubungan itu jika mereka bertindak bertentangan dengan hak asasi manusia.


Dalam wawancara dengan surat kabar itu, Ben mengakui rencana Inggris yang akan bekerja sama dengan Taliban tersebut kontroversial.

"Apa yang sangat diinginkan (Taliban) adalah pengakuan internasional. Mereka perlu membuat anggaran dan dukungan (untuk) pembangunan bangsa, dan Anda tidak melakukannya dengan balaclava ala teroris," katanya seperti dikutip dari Reuters.

"Anda harus menjadi mitra perdamaian jika tidak, Anda berisiko diasingkan. Pengucilan itu membawa mereka ke tempat asal," ujarnya.

Ben mengimbau Taliban dan presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, untuk bekerja sama demi mencapai stabilitas negara itu usai konflik beberapa dekade.

Para pemimpin senior Afghanistan dilaporkan akan mengunjungi Doha untuk berbicara dengan Taliban pekan ini.

Kelompok pemberontak itu kerap mengambil sikap keras saat negosiasi, bahkan pernah memperingatkan Turki atas rencananya menahan beberapa pasukan di Afghanistan untuk menjalankan dan menjaga bandara utama Kabul.

Pada Jumat (9/7) lalu, para pejabat Taliban mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah di Afghanistan.

Juru negosiasi Taliban, Shahabuddin Delawar, mengatakan wilayah-wilayah yang mereka rebut sebanyak 250 dari 398 distrik di Afghanistan.

Ia mengklaim penarikan pasukan yang dilakukan Amerika Serikat karena Taliban berhasil membuat warga berpihak kepada mereka di bawah "prinsip Islam."

Pertempuran antara pasukan pemerintah Afghanistan dan Taliban juga terus terjadi. Bahkan ribuan tentara nasional kabur ke Tajikistan menghindari kelompok pemberontak itu.

Tajikistan semakin khawatir, sebab Taliban berhasil merebut beberapa pos penjaga perbatasan dari pasukan pemerintah.

Taliban diketahui pernah memimpin Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001. Mereka berusaha sangat keras selama 20 tahun untuk menggulingkan pemerintahan dukungan Barat di Kabul.

(isa/dea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK