PNS Sri Lanka Tidak Lagi WFH di Tengah Lonjakan Covid-19

ayp, CNN Indonesia | Sabtu, 31/07/2021 05:15 WIB
Pemerintah Sri Lanka bakal mengakhiri kewajiban WFH bagi PNS, padahal kasus infeksi Covid-19 mengalami lonjakan. Situasi pandemi Covid-19 di Sri Lanka. (AFP/ISHARA S. KODIKARA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Sri Lanka bakal mengakhiri kewajiban bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi para pegawai negeri sipil, padahal kasus infeksi virus corona (Covid-19) mengalami lonjakan.

Dilansir AFP, Sabtu (31/7), sekitar 1.2 juta PNS di Sri Lanka akan kembali masuk kantor pada Senin pekan depan.

Menurut alasan Sekretaris Presiden Sri Lanka, Punchi Banda Jayasundara, keputusan itu diambil karena sebagian besar para PNS sudah menjalani vaksinasi Covid-19.


Padahal saat ini kasus Covid-19 di negara pulau itu tengah mengalami lonjakan infeksi Covid-19. Sampai saat ini tercatat ada hampir 305 ribu kasus Covid-19 di Sri Lanka, dengan 4.300 orang di antaranya meninggal.

Lonjakan itu diduga disebabkan oleh keputusan pemerintah setempat yang melonggarkan pembatasan kegiatan penduduk pada April lalu supaya mereka bisa memperingati tahun baru etnis Sinhala dan Tamil.

Pembatasan kegiatan masyarakat Sri Lanka diterapkan pada Mei lalu dan kembali dilonggarkan pada awal Juli.

Menurut pemerintah Sri Lanka, sampai saat ini ada sekitar 9.17 penduduk, atau sekitar 43 persen dari populasi, sudah satu kali disuntik vaksin Covid-19. Sedangkan yang sudah disuntik dua dosis vaksin mencapai dua juta orang.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK