AS Jatuhkan Sanksi Pada Kuba

CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 03:41 WIB
AS menjatuhkan sanksi ke Kuba atas tindakan represif yang mereka lakukan terhadap pengunjuk rasa anti pemerintah. Sanksi salah satunya berbentuk pembekuan aset. AS menjatuhkan sanksi ke Kuba atas tindakan represif yang mereka lakukan terhadap pengunjuk rasa anti pemerintah. Sanksi salah satunya berbentuk pembekuan aset. Ilustrasi. (REUTERS/ALEXANDRE MENEGHINI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada menteri pertahanan dan divisi kementerian dalam negeri Kuba pada Kamis (23/7) atas tindakan represif yang mereka lakukan terhadap pada demonstran anti-pemerintah yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sanksi dilakukan dengan membekukan semua aset dan kepentingan Lopez Miera dan SNB, unit pasukan khusus yang dijuluki Baret Hitam di Amerika Serikat, serta melarang warga, penduduk, atau entitas AS mana pun untuk terlibat dengan mereka secara finansial.

"Perbendaharaan akan terus menegakkan sanksi terkait Kuba, termasuk yang dijatuhkan hari ini, untuk mendukung rakyat Kuba dalam upaya mereka untuk demokrasi dan bantuan dari rezim Kuba," kata Menteri Keuangan Janet Yellen dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, Jumat (23/7).


Presiden AS Joe Biden mengatakan sanksi ini adalah permulaan dari segala tindakan hukuman yang dilakukan negaranya terhadap Havana.

"Ini baru permulaan. Amerika Serikat akan terus memberikan sanksi kepada individu yang bertanggung jawab atas penindasan rakyat Kuba," kata Biden.

Biden mengatakan pemerintahannya masih menargetkan Lopez Miera dan SNB karena ia menganggap mereka telah mendorong dilakukannya kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Departemen Keuangan AS mengatakan sebelumnya Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri mereka telah membekukan aset menteri Alvaro Lopez Miera dan Brigade Nasional Khusus (SNB), sebuah kantor kementerian dalam negeri Kuba, sehubungan dengan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan selama kekerasan terhadap peserta aksi unjuk rasa pada awal Juli.

"Saat kami meminta pertanggungjawaban rezim Kuba, dukungan kami untuk rakyat Kuba tak tergoyahkan," kata Biden.

Sebagai informasi, ribuan orang di Kuba turun ke jalan di 40 kota meneriakkan 'kebebasan', 'turunkan diktaktor' dan 'kami lapar' pada 11 dan 12 Juli lalu. Protes pecah akibat krisis ekonomi terburuk yang melanda negara tersebut dalam beberapa dekade.

Tapi, aksi diwarnai kerusuhan. Akibat kerusuhan itu, satu orang tewas dan lebih dari 100 telah ditangkap.

(afp/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK