Myanmar Pakai Vaksin China Perangi Covid di Perbatasan

CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 21:00 WIB
Myanmar menyatakan China menyumbangkan dua juta dosis vaksin pekan ini untuk membantu menanggulangi lonjakan Covid-19 di daerah perbatasan kedua negara. Ilustrasi. (iStockphoto/Vladans)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Myanmar menyatakan bahwa China menyumbangkan dua juta dosis vaksin pekan ini untuk membantu menanggulangi lonjakan Covid-19 di daerah perbatasan kedua negara.

Menteri Persatuan Myanmar, Thet Khaing Win, mengatakan China menyumbangkan dua juta dosis vaksin dalam tiga kali pengiriman pada minggu ini. Sementara itu, empat juta dosis vaksin yang Myanmar beli akan tiba antara Juli dan Agustus.

Sejauh ini, gelombang pertama bantuan vaksin sebanyak 736 ribu dosis Sinopharm telah tiba di Yangon pada Kamis (22/7).


Dalam laporan surat kabar Global New Light of Myanmar, Thet mengatakan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah memvaksinasi warga di dekat perbatasan dengan China guna memastikan kelancaran arus perdagangan di daerah tersebut.

Setelah porak-poranda akibat kerusuhan kudeta militer 1 Februari lalu, Myanmar kini juga menghadapi ancaman gelombang baru virus corona.

Sama seperti kebanyakan negara di Asia Tenggara lainnya, Myanmar terus mengalami lonjakan infeksi Covid-19 sejak Juni. Pada Kamis (22/7), Myanmar mencatat 6.701 kasus baru dan 319 kematian.

Sebagaimana dilansir Reuters, jumlah itu merupakan rekor kasus dan kematian tertinggi bagi Myanmar sejauh ini.

Di tengah gelombang baru corona, upaya penanganan pandemi di Myanmar semakin tidak tentu arah. Sistem kesehatan dan rumah sakit di negara itu sudah kewalahan menampung pasien.

Petugas medis dan layanan pemakaman mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi. Lonjakan Covid-19 di Myanmar ini sebagian juga dikaitkan akibat klaster wabah baru di Provinsi Yunnan, China, yang berbatasan langsung dengan Myanmar.

"Saat ini, jumlah pasien yang baru terinfeksi meningkat di perbatasan China-Myanmar," kata Duta Besar China di Myanmar, Chen Hai, melalui laman Facebook kedutaan.

China bahkan menerapkan lockdown di Kota Ruili, Provinsi Yunnan, akibat lonjakan infeksi Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

Lonjakan infeksi Covid-19 terjadi sekitar 4 Juli lalu dan terkonsentrasi di Ruili serta Longchuan, dua kota China yang berbatasan dengan Myanmar.

[Gambas:Video CNN]

Wakil Gubernur Yunnan, Zong Guoying, berjanji pekan ini akan membangun "benteng besi" untuk menghentikan penularan lebih lanjut.

Wabah baru di Yunnan ini menandai klaster kedua Covid-19 di China yang disebabkan corona varian Delta. Wabah Covid-19 varian Delta juga sempat menerjang selatan Provinsi Guangdong pada Mei-Juni lalu.

Selain China, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga tengah berupaya membantu memerangi lonjakan Covid-19 yang mengkhawatirkan di Myanmar.

PBB berharap Myanmar menerima cukup vaksin melalui kerja sama global COVAX untuk setidaknya 20 persen populasi negara tersebut.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK