Warga Malaysia Gelar Konvoi Tuntut PM Mundur Hari Ini

CNN Indonesia | Sabtu, 24/07/2021 10:05 WIB
Sejumlah warga Malaysia berencana menggelar konvoi, Sabtu (24/7), untuk menuntut PM Muhyiddin Yassin mundur karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19. Sejumlah warga Malaysia berencana menggelar konvoi, Sabtu (24/7), untuk menuntut PM Muhyiddin Yassin mundur karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19. (AFP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga Malaysia berencana menggelar konvoi di jalan pada hari ini, Sabtu (24/7), untuk menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mundur dari jabatannya karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19.

Malay Mail melaporkan bahwa konvoi rencananya akan berlangsung secara nasional di beberapa titik di setiap negara bagian. Konvoi ini merupakan bagian dari aksi #Lawan yang puncaknya akan digelar 31 Juli mendatang di Dataran Merdeka.

Konvoi ini diprakarsai oleh koalisi masyarakat, Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR). Sejumlah koalisi masyarakat lain, seperti Demokrat Kebangsaan mendukung gerakan itu dengan menyebarkan ajakan melalui jejaring sosial.


"Konvoi #Lawan anjuran Sekretariat Solidariti Rakyat. Ayo turun beramai-ramai pada hari ini, Sabtu jam 3.00 petang, dengan menggunakan kenderaan Anda," tulis akun @demokrat_my melalui Twitter.

Salah satu tuntutan dalam rangkaian aksi itu adalah desakan agar Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dan seluruh jajaran kabinet mengundurkan diri dan moratorium otomatis atas pinjaman bank kepada seluruh debitur.

SSR memandang pemerintah tidak memiliki kredibilitas dalam memikul tanggung jawab melepaskan Malaysia dari pandemi Covid-19 serta dampaknya terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Menanggapi seruan aksi tersebut, kepolisian Malaysia memperingatkan akan memberikan tindakan tegas bagi peserta konvoi.

Pemimpin kepolisian Dang Wangi, Mohamad Zainal Abdullah, mengingatkan masyarakat bahwa aturan pembatasan pergerakan (movement control order/MCO) masih berlaku sehingga larangan pertemuan publik juga masih diterapkan.

"Polisi tidak segan-segan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat berdasarkan undang-undang yang ada, termasuk melakukan tindakan berdasarkan UU 342," ujarnya merujuk pada UU tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh ajakan pihak tertentu untuk turun ke jalan.

[Gambas:Video CNN]

Saat ini, Malaysia memang sedang terus mengalami lonjakan Covid-19. Pada Jumat (23/7), Malaysia bahkan mencetak rekor kasus harian Covid-19 dengan 15.573 infeksi sehari.

Di tengah peningkatan kasus ini, pemerintah Malaysia menerapkan lockdown. Meski lockdown sudah berlaku sejak 1 Juni lalu, kasus Covid-19 di Malaysia masih terus melonjak.

(ulf/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK