Thailand Rekor Covid Lagi, Pemerintah Minta Maaf Vaksin Lelet

has | CNN Indonesia
Kamis, 22 Jul 2021 18:28 WIB
Thailand kembali mencetak rekor kasus Covid-19 pada Kamis (22/7). Pemerintah pun meminta maaf atas kelambanan program vaksinasi di tengah situasi genting ini. Thailand kembali mencetak rekor kasus Covid-19 pada Kamis (22/7). Pemerintah pun meminta maaf atas kelambanan program vaksinasi di tengah situasi genting ini. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand kembali mencetak rekor kasus harian Covid-19 pada Kamis (22/7). Pemerintah pun meminta maaf atas kelambanan program vaksinasi corona di tengah situasi genting ini.

Satuan tugas penanganan Covid-19 Thailand melaporkan 13.655 infeksi corona baru dalam 24 jam belakangan hingga Kamis.

Dengan laporan tersebut, Thailand sudah dua hari bertutut-turut melaporkan rekor kasus Covid-19. Sehari sebelumnya, Thailand juga mencatat rekor dengan 13.022 kasus Covid-19.


Di hari yang sama, Kepala Institut Vaksin Nasional Thailand, Nakorn Premsri, meminta maaf karena keterlambatan program vaksinasi Covid-19 di negaranya.

"Saya minta maaf kepada rakyat karena Institut Vaksin Nasional tak bisa mendapatkan jumlah vaksin yang cukup untuk situasi ini, meski kami sudah berupaya sebaik mungkin," ujar Nakorn, sebagaimana dikutip Channel NewsAsia.

Ia kemudian berkata, "Mutasi [baru corona] merupakan sesuatu yang tak bisa diprediksi, dan menyebabkan penyebaran lebih cepat dari tahun lalu. Upaya vaksinasi tak mengimbangi situasi saat ini."

Sebagaimana dilansir Reuters, Thailand merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang belum ikut serta dalam skema berbagi vaksin di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), COVAX.

Pada Februari lalu, juru bicara pemerintah, Anucha Buraphachaisri, mengatakan bahwa Thailand masuk dalam kategori negara berpenghasilan menengah, sehingga akan sulit untuk mendapatkan vaksin gratis atau murah dalam COVAX.

Menurut pemerintah, Thailand harus membayar mahal terlebih dahulu tanpa mengetahui kapan dan vaksin mana yang akan mereka dapatkan.

"Membeli vaksin langsung dari produsen merupakan cara terbaik karena lebih fleksibel," tutur Anucha pada Februari lalu.

Banyak pihak kemudian memprotes kebijakan pemerintah ini ketika Thailand harus membayar mahal untuk membeli vaksin dari Sinovac.

[Gambas:Video CNN]

Namun kini, Nakorn mengatakan bahwa Thailand sedang dalam proses untuk masuk dalam program COVAX. Ia memprediksi Thailand mulai akan mendapatkan vaksin dari COVAX pada kuartal pertama 2022.

Sementara menanti proses finalisasi COVAX, Thailand berencana menyuntikkan 100 juta dosis vaksin tahun ini. Saat ini, mereka sudah mengantongi 105,5 juta dosis vaksin dari beberapa perusahaan, yaitu AstraZeneca, Sinovac, Pfizer-BioNTech, dan Johnson & Johnson.

Sejauh ini, Thailand sudah menyuntikkan sekitar 14,8 juta vaksin. Dengan demikian, sekitar 11,3 juta atau 16 persen dari 69 juta populasi Thailand sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER