Korut dan Korsel Pulihkan Jaringan Komunikasi di Perbatasan

CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 19:20 WIB
Korut dan Korsel memulihkan kembali saluran komunikasi hotline yang sempat terputus, saat kedua negara dilaporkan sedang menjajaki kembali perbaikan hubungan. Korut dan Korsel memulihkan kembali saluran komunikasi hotline yang sempat terputus, saat kedua negara dilaporkan sedang menjajaki kembali perbaikan hubungan. (AFP/Korea Summit Press Pool)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara dan Korea Selatan memulihkan kembali saluran komunikasi hotline mereka yang sempat terputus saat kedua negara dilaporkan sedang berupaya menjajaki kembali perbaikan hubungan.

Media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan bahwa sambungan hotline itu sudah beroperasi sejak pukul 10.00 waktu setempat.

Pengoperasian kembali layanan itu sejalan dengan kesepakatan para pemimpin yang ingin membangun kembali kepercayaan dan meningkatkan hubungan diplomasi.


Sebagaimana dilansir Reuters, Korsel menyatakan bahwa Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un sudah bertukar beberapa surat dan sepakat untuk menyambung kembali hotline yang sempat terputus.

Korea Utara memutuskan untuk menghentikan saluran telepon itu pada Juni 2020 lalu. Saat itu, hubungan keduanya tengah memburuk karena kegagalan pertemuan lanjutan antara Kim dan Presiden AS, Donald Trump, yang dimediasi Moon.

Saat itu, Trump ragu Korut bakal mau menghentikan program nuklir. Sementara itu, Korut menyatakan bahwa pencabutan sanksi merupakan salah satu syarat denuklirisasi.

Sejak saat itu, Kim terus mengejek pemerintahan Korsel. Pada 2020 lalu, Korut meledakkan kantor penghubung dengan Korsel, yang dibangun di wilayahnya.

[Gambas:Video CNN]

Kini, Moon mulai menaruh harapan tinggi kepada Presiden AS yang baru, Joe Biden, untuk memulai kembali negosiasi demi menghentikan program nuklir Korea Utara. Moon dan Biden mengaku siap berkomunikasi dengan Korea Utara.

Sejumlah pengamat menganggap masa pandemi ini bisa menjadi jalan pembuka untuk kembali menggandeng Korut, terutama karena negara itu tengah dilanda krisis akibat pandemi Covid-19.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK