Usai Berhentikan PM, Presiden Tunisia Pecat Menhan

CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 16:11 WIB
Presiden Tunisia Kais Saied memecat menteri pertahanan, setelah sebelumnya memberhentikan PM Hichem Mechichi karena dinilai tak becus tangani corona. Presiden Tunisia Kais Saied. (AP/Slim Abid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Tunisia Kais Saied memecat menteri pertahanan, setelah sebelumnya memberhentikan Perdana Menteri Hichem Mechichi.

Kepresidenan Tunisia mengumumkan pemecatan Menteri Pertahanan Ibrahim Bartaji dan Pelaksana Tugas Menteri Kehakiman Hasna Ben Slimane, pada Senin (26/7), demikian dikutip AFP.

Sementara Mechichi dipecat pada hari Minggu (25/7). Saied juga mengatakan menangguhkan parlemen selama 30 hari karena dinilai tak becus menangani pandemi virus corona.


"(saya) mengambil keputusan yang diperlukan untuk menyelamatkan Tunisia, negara bagian dan rakyat Tunisia," kata Saied menyusul adanya protes di jalan menuntut penanganan pandemi Covid-19.

Saied mengaku akan mengambil alih kekuasaan eksekutif "dengan bantuan" pemerintah, yang kepala pemerintahannya pun ditunjuk oleh presiden.

Gejolak politik yang terjadi di Tunisia memicu aksi protes di luar gedung parlemen, bahkan bentrokan tak bisa dihindari.

Sejak Senin(26/7) pagi, tentara sudah memblokade gedung parlemen Tunisia. Selain itu, pasukan juga mengepung kantor Mechichi.

Ratusan pendukung Saied dan partai terbesar dalam pemerintahan Ennahdha, menggelar unjuk rasa di depan gedung parlemen. Mereka saling hina, dan lempar batu.

Dikutip Reuters pendukung Saied dilaporkan juga melepas tembakan ke pendukung Enhanda.

Protes baru mereda di sore hari setelah Kantor Presiden mengumumkan memperpanjang jam malam dan melarang pertemuan lebih dari tiga orang untuk meredam laju penyebaran Covid-19.

Presiden kemudian memperingatkan lawan-lawannya agar tak mengangkat senjata, ia juga mengancam jika hal itu terjadi akan ada balasan.

"(Jika ada yang) menembakkan satu perluru, pasukan kita akan membalas dengan hujan peluru," ucap Saied.

Krisis politik di Tunisia tak kunjung menemui jalan terang akibat penanganan Covid-19 yang dinilai gagal. Sementara kasus corona di negara itu tengah melonjak.

Hingga kini lebih dari 18 ribu orang meninggal akibat infeksi virus corona.

Langkah Presiden Tunisia memecat sejumlah jajarannya pun menjadi sorotan pihak internasional.

Menteri Luar Negeri Amerika Serika Anthony Blinken, melalui sambungan telepon, meminta agar Saied menghormati demokrasi dan melakukan dialog terbuka dengan semua tokoh politik serta rakyat Tunisia.

Sementara Uni Eropa mengimbau masyarakat agar menghormati aturan hukum yang berlaku dan menghindari tindak kekerasan apapun.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK