Demo Tuntut Penyelidikan Sekolah Asrama Suku Asli di Kanada

tim, CNN Indonesia | Minggu, 01/08/2021 08:58 WIB
Ratusan pengunjuk rasa di Kanada menyerukan penyelidikan terhadap sistem sekolah asrama khusus untuk anak suku asli atau Indian, Sabtu (31/7) waktu setempat. Ratusan pengunjuk rasa di Kanada menyerukan penyelidikan terhadap sistem sekolah asrama khusus untuk anak suku asli atau Indian, Sabtu (31/7) waktu setempat. (AFP/Cole Burston)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan pengunjuk rasa di Kanada menyerukan penyelidikan terhadap sistem sekolah asrama khusus untuk anak suku asli atau Indian pada Sabtu (31/7) waktu setempat.

Aksi tersebut sebagai bentuk kemarahan setelah penemuan ratusan kuburan tak bernama di dekat bekas lokasi sekolah asrama.

Diduga itu adalah makam anak-anak suku asli Kanada yang meninggal akibat perlakuan buruk saat dipaksa masuk ke sekolah asrama khusus dalam program asimilasi masyarakat di pemerintahan masa lalu.


"Masyarakat suku asli membutuhkan kebenaran dan keadilan," tulis anggota parlemen Mumilaaq Qaqqaq di Instagram, seperti dikutip AFP.

"Itu berarti jaksa khusus dan penyelidikan independen yang didanai penuh, dengan melibatkan pengamat internasional dalam kejahatan Kanada terhadap suku asli," tambahnya, seraya menyerukan Perdana Menteri Justin Trudeau dan Menteri Kehakiman David Lametti "untuk berhenti membuat alasan" dan menggelar penyelidikan.

Para demonstran lantas berkumpul di Parliament Hill di Ottawa setelah dua anggota parlemen sayap kiri dari Partai Demokrat Baru (NDP)menyerukan protes tersebut.

NDP meminta Trudeau pada awal Juli untuk menunjuk seorang jaksa khusus memimpin penyelidikan independen terhadap sejarah menyakitkan sekolah asrama khusus bagi anak-anak suku asli di negara itu.

"Orang-orang dikejutkan dengan jumlah kuburan yang ditemukan... Ini bukan kecelakaan, ini bukan tragedi, mereka mewakili kebijakan tentang pemusnahan orang," kata anggota parlemen NDP Charlie Angus kepada penyiar publik CBC.

Sekolah asrama khusus bagi suku asli di Pulau Penelakut yang berada di sebelah barat kota Vancouver didirikan pada abad ke-19 dan ditutup pada 1975.

Sejak akhir Mei, lebih dari 1.000 kuburan tak bernama ditemukan di dekat bekas sekolah asrama. Di antaranya 215 makam di Kamloops-British Columbia, 715 makam di Marieval-Saskatchewan, dan 182 di makam di Cranbrook.

Menurut laporan, ada sekitar 150 ribu anak-anak suku asli Kanada yang dipaksa masuk ke sekolah asrama itu diperlakukan buruk dan mengalami pelecehan seksual.

Mereka dilarang bertemu dengan keluarga dan tidak boleh menggunakan bahasa ibu dan memperlihatkan kebiasaan di suku mereka. Ratusan ribu anak-anak itu wajib masuk sekolah asrama yang berjumlah 139 yang berada di seluruh Kanada, sebelum praktik itu dihentikan pada 1990.

Sebanyak 4.000 anak-anak suku asli itu dilaporkan meninggal di asrama dan dikubur di halaman sekitar sekolah. Para pakar mengistilahkan hal itu sebagai genosida budaya suku asli Kanada.

Pada 2008 mantan Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper, pernah menyampaikan permohonan maaf atas nama rakyat Kanada atas praktik pemaksaan budaya kepada anak-anak suku asli.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK