Pembatasan Kegiatan Covid-19 di Thailand Hingga Akhir Agustus

ayp, CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 13:24 WIB
Thailand memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat akibat lonjakan infeksi Covid-19 hingga akhir Agustus. Proses pemulangan pasien Covid-19 menggunakan kereta api ke kampung halaman di Thailand. (AP/Sakchai Lalit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Thailand memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat akibat lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19) di ibu kota Bangkok dan sejumlah daerah zona merah hingga akhir Agustus.

Keputusan itu disampaikan pemerintah Negeri Gajah Putih pada Minggu (1/8) kemarin, seperti dilansir Reuters.

Perpanjangan pembatasan kegiatan itu meliputi larangan perjalanan antarkota dan antarprovinsi, penutupan pusat perbelanjaan dan pemberlakuan jam malam. Penerapan kebijakan itu diperluas dari semula hanya 13 provinsi kini menjadi 29 provinsi.


Sementara itu, pemerintah mengizinkan restoran di pusat perbelanjaan tetap buka tetapi hanya untuk melayani pesanan yang diantara atau dibawa pulang.

Kemarin Thailand mencatatkan kasus baru Covid-19 sebanyak 17.970 orang dalam sehari. Keseluruhan kasus Covid-19 di negara itu sejak awal pandemi kini berjumlah 633.284 orang.

Sedangkan korban meninggal akibat Covid-19 di Thailand kemarin bertambah 178 orang, sehingga keseluruhan menjadi 5.168 orang.

Di sisi lain, pemerintah Thailand kini menerbitkan dekrit yang melarang penduduk atau pihak tertentu memberitakan informasi yang mereka klaim keliru tentang penanganan Covid-19 oleh pemerintah.

Menurut mereka, hal itu bisa memicu kepanikan masyarakat, salah paham dan kebingungan serta mempengaruhi keamanan nasional dan melanggar hak-hak orang lain serta ketertiban penduduk.

Dalam dekrit itu, pemerintah Thailand yang dipimpin Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha mempunyai wewenang untuk memblokir alamat protokol internet (IP) seseorang atau kelompok tertentu jika dinilai pemerintah menyebarkan kabar palsu. Setelah itu pihak yang dicurigai akan dilaporkan kepada polisi.

Akan tetapi, hal itu dinilai sebagai bentuk sikap yang ingin meredam kritik masyarakat atas cara mereka menangani pandemi.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK