RI Usul Negara ASEAN Berbagi Vaksin Covid-19

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 18:48 WIB
Indonesia mengusulkan negara anggota ASEAN saling berbagi dosis vaksin corona mempercepat proses vaksinasi. Menlu Retno Marsudi. Indonesia mengusulkan negara anggota ASEAN saling berbagi dosis vaksin corona mempercepat proses vaksinasi. (Dok. Kemlu RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia mengusulkan negara anggota Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) saling berbagi dosis vaksin corona (Covid-19) demi mempercepat proses vaksinasi negara di Asia Tenggara.

Hal itu diutarakan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam rapat Menlu ASEAN (AMM) yang berlangsung secara virtual pada Senin (2/8).

"Indonesia menyampaikan perlunya dijajaki kemungkinan pengaturan dose-sharing mechanism untuk mempercepat vaksinasi di negara-negara ASEAN," ucap Retno dalam jumpa pers virtual dari Washington D.C, Amerika Serikat, setelah mengikuti AMM.


Retno mengatakan Indonesia juga memberikan kontribusi kepada Covid-19 ASEAN Response Fund tanpa memaparkan lebih lanjut jumlah pastinya.

Hal itu disampaikan Retno menanggapi laporan Sekretaris Jenderal ASEAN mengenai upaya blok tersebut membeli sejumlah dosis vaksin Covid-19 bagi negara anggota yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Retno juga memperingatkan negara ASEAN soal bahaya kebijakan diskriminasi terhadap jenis vaksin Covid-19 tertentu. Sebab, banyak negara yang menggunakan jenis vaksin Covid-19 tertentu sebagai syarat dalam perjalanan.

"Indonesia mengingatkan bahwa pengakuan terhadap vaksin hendaknya selalu menggunakan referensi yang diberikan oleh WHO," kata Retno.

Singapura baru-baru ini menyatakan bahwa pemerintahannya tak menggunakan vaksin CoronaVac buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, dalam program vaksinasi nasional.

Meski begitu, Singapura masih mengizinkan fasilitas kesehatan swasta menggunakan pasokan vaksin Sinovac yang masih dimiliki pemerintah sampai dosis habis.

Namun, pemerintahan Perdana Menteri Lee Hsien Loong menyatakan tidak menyertakan warga mereka yang sudah divaksin dengan Sinovac dalam pencatatan program vaksinasi nasional.

Malaysia juga menyatakan akan menyetop penggunaan vaksin Sinovac dalam program imunisasi nasional setelah dosis habis.

Dalam jumpa pers pada 15 Juli lalu, Menteri Kesehatan Malaysia Adham Baba beralasan penghentian penggunaan Sinovac disebabkan Negeri Jiran masih memiliki jumlah pasokan vaksin lain yang cukup untuk program vaksinasi nasional.

Oleh karena itu, sambungnya, penggunaan Sinovac hanya akan dilakukan hingga persediaan vaksin lain habis. Adham menuturkan saat ini Malaysia semakin banyak menggunakan vaksin jenis mRNA buatan Pfizer-BioNTech.

(rds/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK