Mayat Wanita Swiss di Thailand Korban Rampok, Pelaku Dibekuk

ayp, CNN Indonesia | Selasa, 10/08/2021 07:55 WIB
Kepolisian Thailand menjerat seorang lelaki setempat sebagai tersangka pembunuhan setelah penemuan mayat wanita berkebangsaan Swiss. Kepolisian Thailand menangkap dan menjerat seorang lelaki setempat sebagai tersangka pembunuhan setelah penemuan mayat wanita berkebangsaan Swiss di Pulau Phuket. (Istockphoto/menonsstocks)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Thailand menangkap dan menjerat seorang lelaki setempat sebagai tersangka pembunuhan setelah penemuan mayat wanita berkebangsaan Swiss di Pulau Phuket.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (10/8), lelaki Thailand yang menjadi tersangka itu berusia 27 tahun.

"Polisi menjerat tersangka dengan pembunuhan dan perampokan dengan kekerasan hingga korban meninggal. Penyebab korban meninggal belum bisa dikonfirmasi dan hasil autopsi belum terbit," kata Wakil Kepala Kepolisian Thailand, Krisana Pattanacharoen, dalam jumpa pers di Phuket.


Korban bernama Nicole Sauvain-Weisskopf berusia 57 tahun. Dia diizinkan berwisata ke Phuket karena lolos syarat dua kali vaksinasi Covid-19 dan tidak perlu melakukan karantina selama dua pekan.

Menurut Wakil Kepala Kepolisian Phuket, Nanthadet Yoinuan, pelaku berpapasan dengan korban di kawasan air terjun ketika dia sedang mencari buah. Pelaku kemudian menyerang korban hingga pingsan kemudian mengambil barang-barang berharga.

"Pelaku mengambil uang 300 Baht (sekitar Rp129 ribu) yang berada di tas korban dan kemudian dipakai untuk membeli narkoba, minuman keras dan membayar ongkos perbaikan telepon," kata Nanthadet.

Setelah ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya dan menyerang korban.

Pariwisata menjadi salah satu sumber pemasukan utama bagi Thailand. Maka dari itu masalah keamanan wisatawan menjadi perhatian khusus, terutama turis asing, oleh aparat keamanan setempat.

Apalagi saat ini industri pariwisata Thailand terpukul akibat pandemi Covid-19.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK