Pantai Gading Temukan Kasus Ebola Pertama dalam 25 Tahun

CNN Indonesia | Minggu, 15/08/2021 14:48 WIB
Pantai Gading melaporkan kasus virus Ebola untuk pertama kalinya lagi sejak 25 tahun yang lalu. Ilustrasi. Pantai Gading melaporkan kasus virus Ebola untuk pertama kalinya lagi sejak 25 tahun yang lalu. (John WESSELS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas kesehatan Pantai Gading melaporkan kasus virus Ebola untuk pertama kalinya lagi selama 25 tahun ke belakang.

Kasus ini merupakan yang pertama kalinya lagi setelah kasus terakhir pada 1994 silam. Hal tersebut juga telah mendapatkan konfirmasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menteri Kesehatan Pantai Gading, Pierre Dimba mengonfirmasi temuan tersebut dalam sebuah siaran televisi nasional. Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun dilaporkan telah terinfeksi virus Ebola setelah melakukan perjalanan dari negara tetangga Guinea.


"Konfirmasi didapat dari sampel yang diambil dari seorang pasien yang dirawat di rumah sakit di ibu kota Abidjan, setelah [pasien] tiba dari Guinea," ujar WHO, dalam keterangan resminya, Sabtu (14/8), melansir Reuters.

WHO juga mengatakan bahwa penyelidikan menemukan pasien pulang ke Pantai Gading melalui jalur darat dan tiba di Abidjan pada 12 Agustus 2021.

"Pasien itu dirawat di rumah sakit setelah mengalami demam dan saat ini sedang menjalani perawatan," katanya.

Guinea sendiri diketahui menjadi lokasi wabah Ebola pada 2014-2016. Ebola dikenal sebagai salah satu virus yang paling mematikan dalam catatan. Pada awal tahun ini, Guinea kembali mengalami wabah Ebola yang berakhir pada 19 Juni lalu.

Awal pekan ini, Guinea juga mengkonfirmasi kasus pertama virus Marburg. Virus ini menimbulkan sejumlah gejala yang mirip demam berdarah dan sangat menular seperti Ebola.

Penularan kedua penyakit mematikan tersebut terjadi lewat kontak dengan cairan dan jaringan tubuh yang terinfeksi.

Health workers treat an unconfirmed Ebola patient, inside a MSF (Doctors Without Borders) supported Ebola Treatment Centre (ETC) on November 3, 2018 in Butembo, Democratic Republic of the Congo. - The death toll from an Ebola outbreak in eastern Democratic Republic of Congo has risen to more than 200, the health ministry said on November 10, 2018. (Photo by John WESSELS / AFP)Ilustrasi. Kasus virus Ebola kembali ditemukan di Pantai Gading setelah 'hilang' selama 25 tahun. (John WESSELS / AFP)

WHO juga mengatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengidentifikasi strain.

"Sangat memprihatinkan bahwa wabah ini telah dinyatakan di Abidjan, sebuah kota metropolitan berpenduduk lebih dari 4 juta orang," kata Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.

Moeti juga mengatakan bahwa Pantai Gading dapat mencontoh cara sejumlah negara dalam menangani Ebola.

Perdana Menteri Pantai Gading, Patrick Achi juga telah melakukan pertemuan darurat antar-kementerian pada Sabtu (14/8). Dia mengatakan bahwa pihak berwenang telah mengaktifkan rencana darurat, yang mencakup identifikasi dan pengawasan kepada siapa pun yang telah melakukan kontak dengan pasien.

(can/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK