Wapres Afghanistan Umumkan Diri Sebagai Penjabat Presiden

CNN Indonesia
Selasa, 17/08/2021 22:15
Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh, mengatakan dirinya masih berada di dalam negara tersebut dan kini menjadi pengganti presiden. (AFP/Shah Marai)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh, mengatakan dirinya masih berada di dalam negara tersebut dan kini menjadi penjabat presiden, setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban.

Dalam kicauan melalui akun media sosial, Selasa (17/8), Saleh menyebutkan bahwa secara aturan dirinyalah sebagai pemimpin tertinggi yang sah bila presiden tidak ada.

"Menurut aturan jelas Konstitusi Republik Islam Afghanistan, dalam hal Presiden tidak hadir, melarikan diri atau meninggal, Wakil Presiden Pertama akan menjadi penjabat Presiden," kata Saleh.


"Saya berada di dalam negeri dan saya secara hukum dan sah bertanggung jawab atas posisi ini. Saya berkonsultasi dengan semua pemimpin negara untuk memperkuat posisi ini," lanjutnya.



Pada Senin (16/8), Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani diketahui kabur dari negaranya sendiri bahkan menyatakan Taliban menang. Ia menyatakan, melalui pernyataan di Facebook, bahwa ia kabur demi menghindari pertumpahan darah.

Ghani pun tak mengungkapkan lokasi keberadaannya. Menurut sumber di Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Ghani dilaporkan kabur ke Tajikistan.

"Taliban sudah menang pertempuran dari segi senjata dan mereka memiliki tanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kemakmuran dan harga diri rekan-rekan kami," kata Ghani.

Selain menyatakan sebagai pemimpin Afghanistan yang sah, Amrullah Saleh juga mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebut penguasaan Taliban adalah karena para pemimpin Afghanistan telah menyerah.

Saleh juga menegaskan negaranya bukanlah Vietnam dan Taliban bukanlah Viet Cong, organisasi politik komunis yang terlibat dalam Perang Vietnam melawan Amerika Serikat dan berakhir di posisi pemenang.

"Tidak ada gunanya berdebat dengan Presiden AS soal Afghanistan sekarang. Biarkan dia mencernanya. Kami di Afghanistan mesti membuktikan bahwa Afghanistan bukanlah Vietnam dan Taliban bahkan tidak jauh seperti Viet Cong," kata Saleh.

"Tidak seperti AS/NATO, kami tidak kehilangan semangat dan melihat peluang besar di depan. Peringatan yang tidak berguna telah selesai," lanjutnya.



Saleh yang posisinya juga tak diketahui, sebelumnya memastikan bahwa dirinya tidak akan pernah tunduk pada Taliban yang ia sebut sebagai teroris.



Taliban sebelumnya menyatakan perang di Afghanistan sudah berakhir setelah kelompok itu menduduki istana kepresidenan di Kabul pada Minggu (15/8).

"Hari ini adalah hari besar bagi rakyat Afghanistan dan mujahidin (Taliban). Mereka menyaksikan buah dari upaya dan pengorbanan mereka selama 20 tahun," ujar juru bicara Kantor Politik Taliban, Mohammad Naeem, kepada Al-Jazeera, yang dikutip Reuters, Senin (16/8).

Ia kemudian berkata, "Terima kasih, Tuhan. Perang di negara ini telah berakhir."

Naeem kemudian mengatakan bahwa Taliban akan menyusun bentuk pemerintahan baru di Afghanistan setelah mereka berkuasa. Ia menyebut Taliban ingin membangun hubungan internasional dan tak hidup dalam isolasi.

(Reuters/end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK