Ismail Sabri Digadang-gadang Calon PM Baru Malaysia
CNN Indonesia
Rabu, 18 Agu 2021 10:41 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob. (AFP/SAEED KHAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Presiden Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Ismail Sabri Yaakob, diperkirakan menjadi calon utama perdana menteri kesembilan Malaysia menggantikan Muhyiddin Yassin.
Hal itu terkuat setelah dia mendapat dukungan 38 anggota parlemen dari partainya.
Beberapa sumber mengatakan pertemuan anggota parlemen koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin UMNO sepakat mencalonkan Ismail Sabri buat menggantikan Muhyiddin Yassin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhyiddin mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin (16/8) lalu karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19 di Malaysia dan kehilangan dukungan mayoritas di parlemen. Namun, ia tetap menjabat perdana menteri sementara sebelum Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah menentukan penggantinya.
Sekretaris Jenderal UMNO yang juga anggota parlemen Malaysia, Ahmad Maslan, membenarkan kabar soal dukungan terhadap Ismail Sabri.
"Hanya ada satu nama yang dikirim sebagai sebagai kandidat perdana menteri oleh BN dan UMNO yaitu Ismail Sabri," kata Maslan, seperti dilansir The Straits Times.
Anggota Majelis Tinggi UMNO, Tajuddin Rahman, juga membenarkan hal itu.
"Ya, Ismail Sabri, kami telah melewati angka (dukungan yang dibutuhkan," kata Ahmad di akun Twitter miliknya.
"Saya senang karena kita bersatu dan menyepakati satu calon," lanjut anggota parlemen dari daerah pemilihan Pasir Salak.
Anggota Parlemen Malaysia lain, Azalina Othman, juga merespons terkait dukungan itu.
"Kami telah memberitahu BN akan memiliki mitra untuk melewati batas angka 111," katanya.
Angka itu mengacu pada jumlah anggota parlemen yang dibutuhkan untuk meraih dukungan mayoritas di parlemen yang berjumlah 222 kursi. Sementara dua kursi saat ini kosong.
Dengan jumlah itu, Ismail Sabri kemungkinan akan mendapat dukungan dari 115 anggota parlemen. Dukungan tersebut mencerminkan susunan yang sama dengan koalisi Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin Muhyiddin Yassin, sebelum 15 anggota parlemen fraksi UMNO menarik dukungan.
Anggota Majelis Tinggi UMNO, Sharkar Shamsuddin, mengatakan mereka menyerahkan pilihan kepada anggota parlemen BN untuk memberi tahu Sultan Abdullah tentang pilihan mereka pada pukul 16.00 waktu setempat.
"Dewan Tertinggi semuanya mendukung Ismail Sabri," kata anggota dewan lainnya kepada The Straits Times.
"Meskipun ada rencana oleh beberapa orang untuk mencalonkan Ku Li (Tengku Razaleigh Hamzah), itu tidak akan pernah disetujui oleh sebagian besar anggota parlemen," lanjutnya.
Dia merujuk pada faksi yang setia kepada Presiden UMNO, Zahid Hamidi, yang mendorong Razaleigh yang merupakan anggota senior di parlemen Malaysia untuk memimpin pemerintahan sampai pandemi terkendali dan pemilihan umum dapat digelar.
Menteri Wilayah Federal, Annuar Musa, mengatakan seluruh 42 anggota parlemen koalisi BN setuju mencalonkan satu kandidat.
"Lebih dari 69 orang yang diperlukan telah setuju memberi jalan dan dukungan hitam-putih mereka kepada kandidat BN," katanya.
Pernyataan itu kemungkinan merujuk pada koalisi Perikatan Nasional (PN) seperti Partai Pribumi Bersatu Malaysia pimpinan Muhyiddin dan Partai Islam se Malaysia (PAS), yang keseluruhan berjumlah 73 kursi.
Sementara pemimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, tetap kekurangan dukungan parlemen meski Partai Warisan Sabah menawarkan dukungan dari delapan anggota di parlemen.
Untuk menjadi PM Malaysia, seorang kandidat dari partai harus mengantongi dukungan setidaknya 111 suara dari total 222 anggota majelis rendah.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia, Azhar Azizan Harun, juga sudah memerintahkan para anggota parlemen untuk menyerahkan kandidat PM kepada raja, hari ini.
Wakil Presiden Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Ismail Sabri Yaakob, diperkirakan menjadi calon utama perdana menteri kesembilan Malaysia menggantikan Muhyiddin Yassin.
Hal itu terkuat setelah dia mendapat dukungan 38 anggota parlemen dari partainya.
Beberapa sumber mengatakan pertemuan anggota parlemen koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin UMNO sepakat mencalonkan Ismail Sabri buat menggantikan Muhyiddin Yassin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhyiddin mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin (16/8) lalu karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19 di Malaysia dan kehilangan dukungan mayoritas di parlemen. Namun, ia tetap menjabat perdana menteri sementara sebelum Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah menentukan penggantinya.
Sekretaris Jenderal UMNO yang juga anggota parlemen Malaysia, Ahmad Maslan, membenarkan kabar soal dukungan terhadap Ismail Sabri.
"Hanya ada satu nama yang dikirim sebagai sebagai kandidat perdana menteri oleh BN dan UMNO yaitu Ismail Sabri," kata Maslan, seperti dilansir The Straits Times.
Anggota Majelis Tinggi UMNO, Tajuddin Rahman, juga membenarkan hal itu.
"Ya, Ismail Sabri, kami telah melewati angka (dukungan yang dibutuhkan," kata Ahmad di akun Twitter miliknya.
"Saya senang karena kita bersatu dan menyepakati satu calon," lanjut anggota parlemen dari daerah pemilihan Pasir Salak.
Anggota Parlemen Malaysia lain, Azalina Othman, juga merespons terkait dukungan itu.
"Kami telah memberitahu BN akan memiliki mitra untuk melewati batas angka 111," katanya.
Angka itu mengacu pada jumlah anggota parlemen yang dibutuhkan untuk meraih dukungan mayoritas di parlemen yang berjumlah 222 kursi. Sementara dua kursi saat ini kosong.
Dengan jumlah itu, Ismail Sabri kemungkinan akan mendapat dukungan dari 115 anggota parlemen. Dukungan tersebut mencerminkan susunan yang sama dengan koalisi Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin Muhyiddin Yassin, sebelum 15 anggota parlemen fraksi UMNO menarik dukungan.
Ismail Sabri Calon Utama PM Baru Malaysia
Kompleks pemerintahan Malaysia di Putrajaya. (iStockphoto/NaLha)
Anggota Majelis Tinggi UMNO, Sharkar Shamsuddin, mengatakan mereka menyerahkan pilihan kepada anggota parlemen BN untuk memberi tahu Sultan Abdullah tentang pilihan mereka pada pukul 16.00 waktu setempat.
"Dewan Tertinggi semuanya mendukung Ismail Sabri," kata anggota dewan lainnya kepada The Straits Times.
"Meskipun ada rencana oleh beberapa orang untuk mencalonkan Ku Li (Tengku Razaleigh Hamzah), itu tidak akan pernah disetujui oleh sebagian besar anggota parlemen," lanjutnya.
Dia merujuk pada faksi yang setia kepada Presiden UMNO, Zahid Hamidi, yang mendorong Razaleigh yang merupakan anggota senior di parlemen Malaysia untuk memimpin pemerintahan sampai pandemi terkendali dan pemilihan umum dapat digelar.
Menteri Wilayah Federal, Annuar Musa, mengatakan seluruh 42 anggota parlemen koalisi BN setuju mencalonkan satu kandidat.
"Lebih dari 69 orang yang diperlukan telah setuju memberi jalan dan dukungan hitam-putih mereka kepada kandidat BN," katanya.
Pernyataan itu kemungkinan merujuk pada koalisi Perikatan Nasional (PN) seperti Partai Pribumi Bersatu Malaysia pimpinan Muhyiddin dan Partai Islam se Malaysia (PAS), yang keseluruhan berjumlah 73 kursi.
Sementara pemimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, tetap kekurangan dukungan parlemen meski Partai Warisan Sabah menawarkan dukungan dari delapan anggota di parlemen.
Untuk menjadi PM Malaysia, seorang kandidat dari partai harus mengantongi dukungan setidaknya 111 suara dari total 222 anggota majelis rendah.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia, Azhar Azizan Harun, juga sudah memerintahkan para anggota parlemen untuk menyerahkan kandidat PM kepada raja, hari ini.