Puluhan Orang Tewas dalam Bentrokan di Burkina Faso

CNN Indonesia | Kamis, 19/08/2021 03:05 WIB
Bentrokan antara militan Islam dan tentara pemerintah terjadi di utara Burkina Faso pada Rabu (18/8). Ilustrasi bentrokan di Burkina Faso. Bentrokan antara militan Islam dan tentara pemerintah terjadi di utara Burkina Faso pada Rabu (18/8). (AFP/ISSOUF SANOGO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bentrokan antara militan Islam dan tentara pemerintah terjadi di utara Burkina Faso pada Rabu (18/8). Setidaknya sebanyak 47 orang meninggal dalam insiden tersebut, termasuk 30 warga sipil, 14 tentara, dan tiga milisi pro-pemerintah.

Media pemerintah setempat melaporkan tentara pemerintah membunuh 16 militan. Sementara itu, sumber pihak keamanan menyebut jumlah militan yang tewas adalah 58 orang.

Militan di Burkina Faso tersebut terafiliasi dengan Al-Qaeda dan ISIS. Mereka rutin melakukan penyerangan di Burkina Faso dan negara tetangga, Mali dan Niger, dan telah membunuh ratusan warga sipil hanya pada tahun ini saja.


Kekerasan di Sahel, daerah semi-kering di bawah Gurun Sahara, terus meningkat meskipun ada ribuan tentara PBB, regional, dan Barat. Bukan hanya itu, sejumlah upaya oleh beberapa pemerintah untuk bernegosiasi dengan militan juga telah dilakukan.

Sebelum kejadian ini, sekelompok bersenjata setidaknya membunuh 12 tentara pada pekan lalu di barat laut Burkina Faso. Beberapa hari sebelumnya, sebanyak 30 warga sipil, tentara, dan milisi pro-pemerintah juga tewas.

Di Niger, kelompok bersenjata pada Senin (16/8) membunuh 37 warga sipil, termasuk 14 anak-anak, dalam sebuah serangan di sebuah desa.

Kekerasan terjadi saat Prancis bersiap memulai menarik pasukannya di Sahel, dari 5.000 menjadi sekitar 2.500-3.000.

Sahel jatuh pada kekacauan akibat pengambilalihan pada 2012 di Mali utara oleh militan yang terhubung dengan Al-Qaeda.

Prancis kemudian melakukan intervensi setahun setelahnya untuk menekan mundur mereka. Namun militan kembali muncul dan memperluas operasi mereka, dan kini mengancam negara-negara pesisir Afrika Barat.

(Reuters/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK