Taliban Kutuk Ledakan Dekat Bandara Kabul di Bawah Kendali AS

CNN Indonesia
Jumat, 27 Agu 2021 00:26 WIB
Taliban mengutuk keras ledakan bom di dekat bandara Kabul, Afghanistan. Mereka menyebut daerah itu di bawah tanggung jawab militer AS. Bandara Kabul, Afghanistan, berada di bawah tanggung jawab militer AS. (AP/Shekib Rahmani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taliban mengutuk ledakan mematikan di dekat bandara Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8). Mereka menyebut daerah itu berada di bawah kendali militer AS.

"The Islamic Emirate mengutuk keras pemboman yang menargetkan warga sipil di bandara Kabul," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara kelompok Taliban di Twitter, seperti dikutip AFP.

"Ledakan itu terjadi di daerah di mana pasukan AS bertanggung jawab atas keamanan."

Para pejabat AS percaya ISIS-K kemungkinan berada di balik serangan bom di bandara Kabul. AS masih berusaha mengonfirmasi keterlibatan kelompok teror itu.

Sumber mengatakan kepada CNN bahwa diperlukan beberapa jam sebelum para pejabat AS dapat mengidentifikasi individu-individu tertentu yang melakukan pemboman bunuh diri.

Sementara itu sinyal peringatan telah ada di luar sana sejak tiga hari sebelumnya.

Selama seminggu terakhir Presiden AS Joe Biden dan Pentagon telah memperingatkan serangan ISIS di bandara karena ancamannya menjadi lebih kompleks.

Biden menggunakan sinyal ini sebagai alasan untuk mengeluarkan pasukan AS pada batas waktu yang ditentukan. Dia juga menjanjikan respons cepat dan kuat terhadap gangguan apa pun terhadap operasi evakuasi.

Pada Rabu lalu, kekhawatiran terkait keamanan di sekitar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul telah meningkat. Hal itu berdasarkan "aliran ancaman yang sangat spesifik" dari ISIS-K tentang serangan yang direncanakan terhadap orang banyak di luar bandara.

AS percaya ISIS-K, yang merupakan musuh bebuyutan Taliban, ingin membuat kekacauan di bandara. Mereka memiliki hubungan intelijen yang menunjukkan bahwa mereka mampu dan berencana untuk melakukan beberapa serangan, kata seorang pejabat pertahanan kepada CNN.

(afp/cnn/pmg)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER