KKB Serbu Penjara Nigeria, Bebaskan 240 Narapidana

CNN Indonesia | Senin, 13/09/2021 22:14 WIB
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nigeria membebaskan 240 narapidana usai melakukan penyerbuan di penjara negara bagian Kogi, Senin (13/9). Ilustrasi. Wikimedia Commons/Barnellbe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nigeria membebaskan 240 narapidana usai melakukan penyerbuan di penjara negara bagian Kogi, Senin (13/9).

"Pusat Penahanan Keamanan menengah di Kabba, Negara Bagian Kogi, diserang kelompok bersenjata yang belum diidentifikasi, dan 240 narapidana dibebaskan secara paksa," kata juru bicara Lembaga Pemasyarakatan Nigeria, Francis Enobore, dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP.

Ia menjelaskan, kelompok bersenjata itu menyerbu penjara yang menahan 294 narapidana, termasuk 224 tahanan pra-sidang. Sekitar pukul 22.45 malam waktu setempat, banyak penyerang terlibat baku tembak dengan penjaga.


Enobore menyatakan bahwa investigasi guna menemukan para pelaku penyerbuan masih berlangsung.

Dalam insiden terpisah, sebuah pangkalan militer di negara bagian Zamfara juga diserang pada akhir pekan lalu.

KKB membunuh 12 anggota pasukan keamanan Nigeria. Mereka di antaranya 9 angkatan laut, seorang tentara, dan dua polisi.

Penyerbuan terhadap penjara yang dilanjutkan dengan membebaskan para narapidana kerap terjadi di Nigeria.

Pada 5 April lalu,KKB menyerbu markas polisiOwerri, dan membebaskan 1.800 tahanan.

Kelompok ekstremis Boko Haram dan sejumlah KKB lainnya sering menyerang penjara untuk melepaskan para narapidana.

Salah satu serangan terbesar terjadi Februari 2012 lalu, ketika KKB mengebom jalan menuju penjara di Koton Karde, Kogi. Mereka kemudian membebaskan 119 tahanan, dan membunuh seorang sipir.

Dua tahun kemudian, pada November 2014, KKB meledakkan penjara yang sama dan membebaskan 132 dari total 145 narapidana di fasilitas penahanan itu.

[Gambas:Video CNN]

Kejadian serupa terulang pada tahun 2018. Setidaknya 14 orang melarikan diri dari penjara yang sama.

Pasukan Keamanan Nigeria disebut kewalahan menghadapi kelompok-kelompok itu.

Selain memerangi para ekstremis di timur laut dan kelompok kriminal di Nigeria tengah dan barat laut, angkatan bersenjata negara itu juga menghadapi agitasi separatis di wilayah tenggara.

Di tahun 2021, setidaknya 127 polisi dan personel keamanan tewas. Puluhan kantor polisi juga dilaporkan dihancurkan.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK