Jenderal AS Diklaim Telepon Kolega di China karena Ulah Trump

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 13:25 WIB
Jenderal Amerika Serikat dikabarkan diam-diam menelpon kolega di China karena kelakuan presiden AS sebelumnya, Donald Trump. Ulah mantan Presiden AS Donald Trump disebut bikin khawatir salah satu jenderal AS. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jenderal Amerika Serikat dikabarkan diam-diam menelpon kolega di China karena kelakuan presiden AS sebelumnya, Donald Trump. Sang jenderal khawatir ulah Trump memicu perang dengan negara itu akibat kekalahannya dalam pemilihan presiden AS.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley diklaim menelpon Jenderal Li Zuocheng dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China pada 30 Oktober 2020, empat hari sebelum pemilihan, dan pada 8 Januari, dua hari setelah pendukung Trump memimpin serangan di gedung utama AS.

Dalam panggilan telepon, Milley berusaha meyakinkan Li bahwa AS tetap kondusif dan tidak akan menyerang China. Milley juga mengatakan walaupun AS akan melakukan serangan, ia akan memperingatkan Li.


Sebagaimana dilansir Reuters, laporan ini didapatkan dari buku berjudul "Peril," sebuah buku baru yang ditulis jurnalis Bob Woodward dan Robert Costa. Buku ini rencananya akan dirilis minggu depan dan informasinya dimuat dari hasil wawancara dengan 200 sumber.

Menanggapi hal ini, Trump mengatakan bahwa ia meragukan cerita itu. Ia bahkan menyebutnya sebagai kisah yang dibuat-buat. Trump juga menyampaikan bila cerita ini benar, Milley harus diadili karena dianggap berkhianat.

"Sebagai catatan, saya bahkan tidak pernah berpikir untuk menyerang China," kata Trump.

The Washington Post juga melaporkan bahwa komunikasi Milley dengan Beijing pada 8 Januari lalu dilakukan atas diskusi Milley dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi.

Pelosi bertanya apakah ada pengamanan yang dilakukan untuk mencegah Trump, yang digambarkan sebagai 'presiden yang tidak stabil,' meluncurkan serangan nuklir.

"Dia gila. Anda tahu dia gila," kata Pelosi kepada Milley, lapor The Washington Post, mengutip transkrip panggilan tersebut.

Milley menjawab, "Saya setuju dengan Anda."

Sementara itu, Kantor Milley menolak berkomentar atas kasus ini. Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre juga menolak berkomentar.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK