Pakai Sperma Sendiri Agar Pasien Hamil, Dokter AS Digugat

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 21:03 WIB
Seorang perempuan di New York, AS, menggugat dokter ginekologi yang diklaim menggunakan spermanya sendiri secara diam-diam untuk menghamili banyak pasien. Ilustrasi dokter. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang perempuan di New York, Amerika Serikat, menggugat dokter ginekologi yang diklaim menggunakan spermanya sendiri secara diam-diam untuk menghamili banyak pasien.

Perempuan itu melayangkan gugatan setelah melakukan tes DNA terhadap dirinya sendiri. Ternyata, ia punya setidaknya sembilan saudara tiri.

Ia sendiri merupakan anak dari pasien dokter Morris Wortman, yang melakukan perawatan reproduksi untuk program kehamilan di Rochester pada 1980-an.


Berdasarkan surat gugatan, dokter itu mengaku kepada keluarga bahwa pendonor spermanya merupakan mahasiswa kedokteran Universitas Rochester.

Namun, dokter itu terus merahasiakan kebenaran, bahkan hingga anak dari pasiennya itu juga menjadi pelanggannya di kemudian hari.

Wortman dan pasien sama-sama tak bisa dimintai komentar. Kantornya juga tak segera memberi tanggapan saat ditanya apakah ada pengacara yang bisa berbicara atas nama dokter itu.

Perempuan yang menggugat Wortman juga meminta agar namanya dirahasiakan karena kabar ini bersifat personal dan melibatkan rekam jejak medisnya. Melalui pengacaranya, dia mengatakan tak bersedia diwawancarai.

Kasus ini merupakan salah satu dari 20 lebih kasus dalam beberapa tahun terakhir di mana dokter kandungan dituduh menggunakan sperma sendiri, bukan sampel dari donor anonim, untuk merawat pasien.

[Gambas:Video CNN]

Namun, gugatan yang dilancarkan pada Wortman dinilai berbeda dibanding kasus lainnya. Selain ia merupakan ginekolog, dokter itu memperlakukan perempuan tersebut sebagai pasien selama hampir 10 tahun.

Selama masa itu, ia melakukan berbagai pemeriksaan payudara dan panggul, juga mendiskusikan dorongan seksual serta masalah pribadinya. Dalam gugatan itu, tingkah laku Wortman disebut "mengejutkan hati nurani."

Dalam gugatan tersebut, perempuan itu mengetahui bahwa dirinya lahir pada tahun 1985 melalui inseminasi buatan.

Ia kemudian menjalani tes genetik pada tahun 2016. Hasil tes itu perlahan menghubungkan ke saudara tirinya satu per satu.

Kisah berlanjut ke halaman berikutnya >>>

Pertemuan Saudara Tiri dan Marak Malpraktik

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK