Satelit Ungkap Korut Perluas Pabrik Senjata Tenaga Nuklir

tim, CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 04:37 WIB
Gambar satelit terbaru yang diperoleh CNN mengungkapkan Korea Utara sedang memperluas pabrik uranium untuk senjata tenaga nuklir. Gambar satelit terbaru yang diperoleh CNN mengungkapkan Korea Utara sedang memperluas pabrik uranium untuk senjata tenaga nuklir.(Foto: AP/)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gambar satelit terbaru yang diperoleh CNN mengungkapkan Korea Utara sedang memperluas pabrik uranium yang digunakan untuk senjata tenaga nuklir. Penambahan area fasilitas ini disebut menjadi indikasi Korea Utara sedang meningkatkan produksi senjata tenaga nuklir.

Citra satelit yang diambil perusahaan Maxal ini menunjukkan konstruksi sedang berlangsung di pabrik uranium yang terletak di kompleks Fasilitas Penelitian Nuklir Yongbyon.

Ahli senjata Jeffrey Lewis memprediksi perluasan pabrik ini dapat menambah produksi tenaga nuklir hingga 25 persen.


"Ekspansi terbaru di Yongbyon mungkin mencerminkan rencana untuk meningkatkan produksi bahan nuklir untuk produksi senjata," kata Lewis, dikutip dari CNN.

Menurut Lewis, area yang sedang dibangun itu dapat menjadi tempat penampungan senjata.

"Area baru itu kira-kira 1.000 meter persegi, cukup ruang untuk menampung 1.000 sentrifugal tambahan. Penambahan 1.000 sentrifugal baru akan meningkatkan kapasitas pabrik untuk memproduksi uranium yang diperkaya tinggi sebesar 25 persen," kata Lewis.

Tanda-tanda Korea Utara tengah meningkatkan produksi bahan nuklir ini juga sejalan dengan penilaian intelijen Amerika Serikat. Salah seorang pejabat AS mengakui perluasan area itu dapat menandakan rencana untuk meningkatkan produksi senjara nuklir.

Tanda lain juga dapat dilihat dari uji coba rudal balistik jarak pendek ke perairan lepas pada Rabu (15,9).

Temuan ini juga sejalan dengan laporan Atomic Energy Agency atau Badan Energi Atom Internasional yang menyebut Korea Utara sedang memulai kembali reaktor nuklir.

(ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK