Kasus Harian Covid Filipina Tertinggi di ASEAN, Tembus 19.271

CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 09:14 WIB
Filipina mencatat kasus harian Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara pada Minggu (19/9) dengan laporan 19.271 infeksi corona dalam 24 jam. Filipina mencatat kasus harian Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara pada Minggu (19/9) dengan laporan 19.271 infeksi corona dalam 24 jam. (Reuters/Eloisa Lopez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Filipina mencatat kasus harian Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara pada Minggu (19/9) dengan laporan 19.271 infeksi corona dalam 24 jam.

Sebagaimana dilansir The Star, Kementerian Kesehatan Filpina (DOH) menyatakan, dari jumlah kasus itu, sebanyak 25,1 persen berasal dari 70.571 individu yang dites Covid-19.

Penambahan kasus harian tersebut menjadikan total kasus Covid di Filipina mencapai 2.366.749 kasus.


Dari total pasien Covid-19 di negara pimpinan Rodrigo Duterte itu sebanyak 92,3 persen tergolong kasus ringan, 3,1 persen kasus tanpa gejala, 2,60 persen sedang, 1,4 persen kasus parah, dan 0,6 persen kategori kritis.

Selain itu, DOH juga melaporkan angka kematian harian mencapai 205 jiwa. Dengan demikian, keseluruhan korban meninggal akibat infeksi Covid di Filipina sebanyak 36.788 kasus.

Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur ICU di Filipina mencapai 77 persen, isolasi sebanyak 67 persen, bangsal biasa mencapai 72 persen, dan penggunaan ventilator untuk pasien Covid-19 tercatat 56 persen.

Pemerintah sejauh ini berusaha untuk menambah fasilitas dan kapasitas tempat tidur di rumah sakit untuk menghindari kelumpuhan sistem kesehatan.

[Gambas:Video CNN]

Segala upaya itu dilakukan ketika Filipina dinyatakan sebagai negara ASEAN dengan kasus harian tertinggi. Berdasarkan data Worldometer, negara tetangganya, Malaysia, mencatat 14.954 kasus.

Sementara itu, Indonesia, yang pernah diamuk virus corona Juli lalu, melaporkan 2.234 kasus, dan Vietnam 10.040 kasus.

Adapun Thailand mencatat 13.576 kasus, Singapura dengan 1.012 kasus, Brunei Darussalam melaporkan 90 kasus, Laos dengan 371 kasus, sementara Kamboja tembus 612 kasus.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK