Malaysia Minta Thailand Ekstradisi Transgender Pose di Ka'bah

CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 16:00 WIB
Pihak otoritas Malaysia minta Thailand melakukan ekstradisi warganya, transgender asal Malaysia, Nur Sajat Kamaruzzaman, yang pernah pose di Ka'bah. Malaysia minta Thailand ekstradisi Nus Sajat. (Tangkapan Layar Instragram @nursajatgold02)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak otoritas Malaysia minta Thailand melakukan ekstradisi warganya, transgender asal Malaysia, Nur Sajat Kamaruzzaman.

Nur Sajat sempat ditangkap pihak imigrasi Thailand karena masalah keimigrasian di negara itu.

Sebelumnya Nur Sajat bikin heboh Malaysia setelah pamer pose di depan Ka'bah Masjidil Haram, Arab Saudi, mengenakan pakaian salat perempuan, mukena.


Melansir Harian Metro, penangkapan dilakukan pada 8 September setelah mendapatkan informasi bahwa Nur Sajat berada di Bangkok, Thailand.

Pengusaha kosmetik itu ditangkap pihak imigrasi Thailand di sebuah kondominium mewah di Bangkok.

Departemen Imigrasi Thailand mengungkapkan telah mendeteksi keberadaan Nur Sajat di negara mereka sejak Maret berdasarkan laporan dari Kepolisian Malaysia.

"Pada 4 Juni, Imigrasi Thailand telah mengintai keberadaan Nur Sajat di salah satu apartemen mewahnya di Bangkok. Setelah melakukan telik sandi dan pengintaian, penggerebekan dilakukan di tempat persembunyiannya," demikian keterangan sumber dari Harian Metro.

"Nur Sajat berhasil ditangkap dan pihak imigrasi Thailand mengonfirmasi bahwa ia memang orang yang melarikan diri dari Malaysia."

Nur Sajat sendiri ditangkap karena pelanggaran imigrasi pada 9 September. Namun, ia dibebaskan pada 10 September setelah salah seorang rekannya yang diketahui bernama Misha memberikan tebusan sebesar US$2000 atau setara Rp28 juta.

Kini Nur Sajat disebut kembali ke kondominium mewah di Bangkok. Pihak otoritas Malaysia saat ini tengah bernegosiasi dengan Thailand untuk mengekstradisi warganya.

Malaysia ingin mengadili Nur Sajat karena dituduh telah melanggar UU Syariat lantaran mengenakan pakaian perempuan di depan Ka'bah yang dilakukan pada 2018 lalu. Lelaki transgender itu pun sudah lama tinggal di Bangkok.

"Negosiasinya cukup sulit, tapi kami optimistis untuk membawanya (Nur Sajat) pulang," kata sumber dari Malaysia.

"Kesulitannya karena melibatkan intervensi internasional antara dua negara dan organisasi yang menghalangi (ekstradisi)," ia melanjutkan.

Nur Sajat sendiri sempat mangkir dari pemanggilan Pengadilan Malaysia pada Februari tahun ini atas kasus posenya mengenakan mukenah di depan Ka'bah. Sejak saat itu, ia ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian Diraja Malaysia.



(tim/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK