LGBT Afghanistan Diburu Taliban, Sembunyi Kehabisan Makanan

has, CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 10:22 WIB
Kaum LGBT di Afghanistan mengaku diburu anggota Taliban. Mereka pun bersembunyi dalam ketakutan dan kelaparan karena kehabisan makanan. Ilustrasi. (Istockphoto/Daniilphotos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Afghanistan mengaku diburu anggota Taliban. Mereka pun bersembunyi dalam ketakutan dan kelaparan karena kehabisan makanan.

Kabar ini menjadi perhatian setelah aktivis di luar Afghanistan mengaku dihubungi ratusan orang LGBTQ yang meminta tolong untuk dievakuasi agar dapat kabur dari Taliban.

Dua aktivis mengaku kepada CNN bahwa mereka punya dua daftar nama berisi ratusan nama para anggota LGBTQ yang meminta bantuan, salah satunya Rabia Balkhi.


"Situasinya semakin buruk setiap hari. Ketakutan ditangkap menjadi bagian hidup saya sekarang dan saya sangat stres sampai tak bisa tidur," ujar Balkhi kepada CNN dari lokasi yang dirahasiakan.

Dari persembunyiannya itu, Balkhi menerima banyak kabar dari rekan-rekannya dari komunitas LGBTQ. Salah satu dari mereka mengaku diperkosa setelah ditemukan oleh Taliban.

Sejumlah orang LGBTQ lainnya mengatakan kepada CNN bahwa mereka bersembunyi di ruangan sempit atau ruang bawah tanah selama berminggu-minggu. Mereka hanya dapat menatap tembok dan tak hentinya melihat ponselnya, menanti waktu yang tepat untuk kabur.

Beberapa orang lainnya disembunyikan oleh temannya. Mereka masih beruntung karena teman-teman itu membawakan makanan.

Namun, ada sejumlah anggota LGBTQ lainnya yang mengaku kepada CNN bahwa mereka terisolasi dan hampir kehabisan pasokan makanan.

Mereka semua merasa ditelantarkan oleh komunitas internasional karena tak ada lagi penerbangan evakuasi setelah Amerika Serikat hengkang dari Afghanistan pada 30 Agustus lalu.

Para anggota komunitas LGBTQ itu mengatakan bahwa mereka sangat butuh bantuan untuk kabur sebelum Taliban datang. Mereka takut karena seorang pejabat Taliban sudah mengatakan bahwa mereka bakal menerapkan dua hukuman untuk homoseksual, salah satunya rajam.

Namun, seorang juru bicara Taliban mengonfirmasi kepada CNN bahwa kelompoknya belum menentukan langkah mereka terhadap populasi LGBTQ.

[Gambas:Video CNN]

Kendati demikian, kehidupan LGBTQ saja sudah sulit sebelum Taliban berkuasa. Pada pemerintahan sebelumnya, LGBTQ di Afghanistan memang sudah mengalami diskriminasi.

Dalam laporan pada 2020 lalu, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa LGBTQ di Afghanistan mengalami "diskriminasi, kekerasan, dan pemerkosaan" oleh pihak berwenang.

Pemerintah bahkan menganggap hubungan seksual antara dua orang dengan jenis kelamin sama ilegal. Orang yang diketahui berhubungan seksual sesama jenis bakal diadili dengan hukuman penjara hingga dua tahun.

"Homoseksualitas dianggap tabu dan tidak senonoh," demikian bunyi laporan tersebut.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK