Perwira Tinggi Militer AS-Rusia Diskusi 6 Jam di Helsinki

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 23:36 WIB
Perwira tinggi militer Amerika Serikat dan Rusia melakukan pertemuan tatap muka pertama sejak 2019, di Helsinki yang berlangsung selama enam jam. Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley. (AFP/OLIVIER DOULIERY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perwira tinggi militer Amerika Serikat dan Rusia melakukan pertemuan tatap muka pertama sejak 2019, di Helsinki yang berlangsung selama enam jam pada Rabu (22/9).

Biasanya mereka tak mengungkapkan rincian diskusi dan pernyataan dari kedua belah pihak juga sangat minim.

Namun dalam pernyataan resmi AS, menyebutkan Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley dan Kepala Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov membahas, "meminimalkan risiko dan meredam konflik operasional."


Tak beda jauh, menurut berita Rusia, RIA, pembicaraan tersebut mendiskusikan mitigasi risiko.

AS dan Rusia kerap bersaing menyoal kepentingan militer di seluruh dunia, termasuk di negara-negara konflik seperti Suriah.

Di Suriah, pasukan militer AS dan Rusia beroperasi dalam jarak dekat.

Langkah selanjutnya antara Washington dan Moskow guna menavigasi Afghanistan juga perlu dipantau, demikian menurut laporan Reuters.

Militer AS berada dalam tekanan Kongres untuk memimpin strategi kontra terorisme mengatasi risiko yang terjadi di Afghanistan, menyusul adanya penarikan pasukan dari negara itu dan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada 15 Agustus lalu.

Presiden AS, Joe Biden, mengatakan akan mengendalikan operasi over the horizon yang mampu menyerang kelompok-kelompok seperti Al-Qaeda atau ISIS di Afghanistan jika mereka mengancam negara pimpinannya.

Namun, sejauh mana kemampuan Washington mendeteksi dan menghentikan alur yang tak jelas tanpa pasukan di lapangan.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Moskow perlu bekerja dengan pemerintah Taliban. Ia juga menyerukan dunia harus mempertimbangkan untuk mencabut pembekuan aset Afghanistan.

Setelah 20 tahun menginvansi Afghanistan, pejabat militer AS juga pesimis mengenai Taliban dan hubungannya dengan Al-Qaeda.



(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK