Studi China Sebut Covid Sudah Ada di AS Sebelum Wuhan

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 16:37 WIB
Salah satu studi di China menyebutkan bahwa tanda-tanda penyebaran virus Covid-19 sudah terjadi di Amerika Serikat pada September 2019. Foto ilustrasi, Laboratorium Institut Virus Wuhan, China. (JOHANNES EISELE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu studi di China menyebutkan bahwa tanda-tanda penyebaran virus Covid-19 sudah terjadi di Amerika Serikat pada September 2019.

Itu artinya Covid-19 diklaim studi itu sudah ada di AS sebelum kasus pertama infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi secara resmi di Wuhan, Provinsi Hubei China.

ChinaXiv merupakan layanan penerbitan online yang dioperasikan oleh National Science Library, Chinese Academy of Sciences.


ChinaXiv dalam artikelnya yang dikutip dari The Strait Times pada Rabu (22/9), bukan hanya AS yang menunjukkan tanda-tanda penyebaran Covid-19. Negara lain seperti Spanyol, Prancis, Italia, dan Brasil sudah menunjukkan gejala itu sebelum wabah merebak di China.

Artikel berjudul Dating The First Case Of Covid-19 Epidemic From A Probabilistic Perspective menyarankan agar dilakukan analisis secara kualitatif dan kuantitatif atas penyakit menular.

Pendekatan itu harus menggabungkan antara model-model matematika dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, penelitian itu bisa menguak prinsip-prinsip hukum epidemi dari penyakit menular.

Sejumlah peneliti membuat model menggunakan metode model transmisi epidemi dan analisis big data. Dari studi itu mereka klemudian menyimpulkan tanggal kasus di 12 negara bagian AS, kemudian dibandingkan dengan di Kota Wuhan, China.

Hasilnya mengindikasikan 12 negara bagian AS itu, kemungkinan data infeksi pertama, dengan probabilitas atau kemungkinan 50 persen, jatuh antara Agustus hingga Oktober 2019.

Sementara infeksi yang paling awal kemungkinan pada 26 April 2019 di Rhode Island, sedangkan paling akhir pada 30 November 2019 di Delaware.



(tim/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK