Mengenal SPD, Partai Kiri Pemenang Pemilu Jerman

CNN Indonesia
Selasa, 28 Sep 2021 07:11 WIB
SPD menang tipis dengan perolehan suara sebanyak 25,7 persen dari Partai Uni Demokratik Kristen yang hanya meraih 24,1 persen suara. SPD, partai kiri pemenang Pemilu Jerman. (AFP/ODD ANDERSEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Olaf Scholz, politikus Partai Sosial Demokrat (SPD) memenangkan pemilihan umum Jerman pada akhir pekan lalu. Kemenangan SPD menandai kebangkitan partai-partai berhaluan tengah hingga sayap kiri di beberapa negara di Eropa.

SPD menang tipis dengan perolehan suara sebanyak 25,7 persen dari Partai Uni Demokratik Kristen (CDU) yang hanya meraih 24,1 persen suara. CDU merupakan partai berkuasa yang selama ini mengusung Kanselir Jerman Angela Merkel.

Sementara itu, dua partai lainnya The Greens dan Demokrat Bebas (FDP) hanya memperoleh 14,8 persen dan 11,5 persen suara.


Melansir DW, SPD adalah partai tertua di Jerman. SPD juga mengklaim sebagai partai demokrasi tertua di dunia. SPD lahir saat buruh mulai memberontak terhadap bisnis yang mempekerjakan mereka.

Pada 23 Mei 1863, Ferdinand Lassalle, putra seorang saudagar yang kaya raya, menjadi kekuatan pendorong di belakang pendirian Asosiasi Pekerja Jerman (ADAV) di Leipzig. ADAV adalah cikal bakal dari SPD Jerman.

Selama pemerintahan kekaisaran Jerman 1871-1918, partai ini dengan cepat menjadi gerakan massa, dengan lebih dari 1 juta anggota. Dalam pemilihan, ia memperoleh sepertiga dari suara populer negara itu.

Ketika kanselir kekaisaran terakhir Jerman, Kaiser Wilhelm II, turun takhta pada 9 November 1918, kedua cabang gerakan sosial demokrat secara bersamaan menyerukan pendirian republik baru.

Dari parlemen Reichstag Berlin, Sosial Demokrat Philipp Scheidemann memproklamasikan republik yang cukup demokratis, sementara Karl Liebknecht menyerukan politik sosialis-komunis.

Namun, Republik Weimar yang didirikan dan didukung oleh mayoritas Sosial Demokrat moderat dan mewakili fase pertama demokrasi di tanah Jerman, secara politik tidak stabil dan hanya bisa jalan dari 1918 hingga 1933.

Setelah itu, Jerman menghadapi krisis ekonomi. Hiperinflasi dan pengangguran membuat lembaga demokrasi tak lagi bisa menghalangi sosialis nasional di bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Hitler dikenal dengan kepemimpinannya yang diktator dan sadis.

Partai kiri SPD usai era Adolf Hitler di Jerman, baca di halaman berikutnya...



SPD usai Era Adolf Hitler di Jerman

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER