Rusia Ancam Denda Facebook Sampai 10 Persen dari Pendapatan

CNN Indonesia
Rabu, 06 Oct 2021 02:16 WIB
Rusia mengancam akan mendenda Facebook sampai 10 persen dari pendapatan karena platform itu berulang kali mengabaikan permintaan menghapus konten terlarang. Rusia mengancam akan mendenda Facebook sampai 10 persen dari pendapatan karena platform itu berulang kali mengabaikan permintaan menghapus konten terlarang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia pada Selasa (5/10) ini mengancam akan mengenakan denda besar terhadap Facebook. Ancaman diberikan karena Rusia menganggap Facebook telah berulang kali mengabaikan permintaan mereka untuk menghapus konten yang dilarang.

Regulator media negara itu Roskomnadzor mengatakan mereka telah menyusun protokol baru untuk menghukum raksasa media sosial AS itu karena berulang kali gagal menghapus informasi yang berbahaya bagi warga baik di Facebook dan Instagram.

Dalam protokol itu, mereka mengatur denda sebesar 5 hingga 10 persen dari pendapatan tahunan Facebook jika tetap mengabaikan permintaan menghapus konten yang dilarang.


Meskipun demikian, mereka tidak merinci apakah itu pendapatan yang dijadikan acuan untuk menjatuhkan denda itu adalah yang diperoleh di Rusia atau di seluruh dunia.

Tapi, menurut harian bisnis Vedomosti, Facebook menghasilkan puluhan miliar rubel di Rusia per tahun. Roskomnadzor menyatakan pengadilan akan segera menentukan kapan sidang terhadap Facebook akan digelar.

"Jumlah pasti denda juga akan ditentukan oleh pengadilan," kata regulator media dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, Selasa (5/10).

Rusia secara teratur mengambil tindakan hukum terhadap platform internet karena tidak menghapus konten yang dilabeli ilegal, seperti materi pornografi atau postingan yang menyetujui narkoba dan bunuh diri.

Rusia tahun ini juga memperketat kontrol atas perusahaan teknologi yang berbasis di AS, menuduh mereka mencampuri urusan dalam negeri negara itu.

Sebelum langkah itu dilakukan, Rusia sebenarnya telah mendenda Facebook sebesar 90 juta rubel (US$1 juta) untuk berbagai hukuman, termasuk tidak menghapus konten yang dilarang.

Sebagai informasi, pada Januari lalu, Rusia menuntut agar jejaring sosial menghapus posting yang menyerukan orang Rusia untuk bergabung dalam protes guna mendukung kritikus Kremlin yang dipenjara Alexei Navalny. Tuntutan mereka sampaikan dengan dalih mencegah anak di bawah umur untuk ikut dalam aksi tersebut.

(AFP/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER