Imam besar syiah dari etnis Hazara di Afghanistan, Abdul Qadir Alemi. (AFP/AAMIR QURESHI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Etnis Hazara merupakan salah satu etnis minoritas di Afghanistan. Banyak dari mereka yang menganut ajaran syiah.
Etnis Hazara yang menganut Islam syiah kerap menjadi sasaran teroris ISIS. Tak hanya diancam teroris, etnis ini juga kerap ditindas oleh Taliban yang menganut ajaran Sunni.
Beberapa waktu lalu, masjid etnis Hazara Syiah hancur akibat bom bunuh diri yang menewaskan puluhan jemaahnya, dikutip dari New York Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Matullah Rohani, seorang pejabat Taliban di Kunduz, mengatakan kepada media lokal bahwa setidaknya 43 orang tewas dalam serangan itu dan lebih dari 140 lainnya terluka.
Seorang pemimpin komunitas syiah setempat menyebutkan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. Sayed Ahmad Shah Hashemi, yang mewakili populasi Syiah Provinsi Kunduz, mengatakan kepada New York Times bahwa lebih dari 70 orang tewas dalam serangan itu.
Beberapa jam setelah serangan, kelompok ISIS Khorasan (ISIS-K), mengklaim sebagai dalang dari bom itu. ISIS-K kelompok ekstremis islam aliran sunni yang telah lama menargetkan muslim syiah di Afghanistan, yang mayoritas dianut oleh etnis Hazara.
Sejak 2014, afiliasi ISIS ini telah lama menyatakan perang terhadap penganut syiah di Afghanistan, dikutip dari Associated Press.
Direktur Eksekutif Organisasi Hak Asasi Manusia dan Pemberantasan Kekerasan yang berbasis di Kabul, Wadood Pedram menyebutsetidaknya 1.200 etnis Hazara tewas akibat serangan sejak 2015.
Tak hanya terancam ISIS, etnis Hazara juga terancam oleh kehadiran Taliban sebagai penguasa Afghanistan. Laporan Amnesty International yang dikutipThe Guardian menyampaikan, militan Taliban bertanggung jawab atas pembunuhan sembilan warga Hazara di desa Mundarakht pada Juli. Enam dari mereka ditembak dan tiga lainnya disiksa sampai mati.
Lowy Institute juga menyampaikan Hazara kerap menjadi sasaran diskriminasi, serangan sistematis, dan kekejaman massal dari Taliban. Salah satu penyebabnya adalah budaya liberalisme yang dianut syiah Hazara berbeda dengan budaya ortodoks yang dianut oleh Taliban.
Etnis Hazara pernah jadi mayoritas di Afghanistan, baca di halaman berikutnya...
Etnis Hazara syiah sendiri merupakan kelompok minoritas di Afghanistan. Sementara mayoritas etnis di negara itu adalah Pashtun yang mana membentuk sebagian besar milisi Taliban.
Pada masa pemerintahan Taliban di 1990-an, kelompok ini juga kerap menargetkan etnis Hazara Syiah. Setelah Taliban menguasai kembali Afghanistan pada 1996, mereka mendeklarasikan jihad pada etnis Hazara syiah.
Akibat deklarasi ini, etnis Hazara menghadapi penindasan dan penganiayaan yang sangat parah. Salah satunya adalah serangkaian pembunuhan massal di Afghanistan Utara, yang menyebabkan ribuan etnis Hazara tewas atau terusir dari rumah mereka.
Dalam kepemimpinan Afghanistan bersama Amerika Serikat, situasi Hazara di Afghanistan meningkat pesat. Hazara adalah salah satu etnis minoritas nasional yang diakui dalam Konstitusi Afghanistan yang baru dan telah diberikan hak penuh atas kewarganegaraan Afghanistan. Walaupun begitu, mereka kerap mendapatkan diskriminasi di berbagai wilayah negara itu.
Mengutip Minority Rights, saat ini jumlah etnis Hazara di Afghanistan dikabarkan mencapai sembilan persen dari populasi negara itu. Walaupun begitu, etnis ini pernah menjadi etnis mayoritas di Afghanistan dengan populasi hampir 67 persen sebelum abad ke-19. Namun, angka ini turun drastis akibat pembantaian yang terjadi pada 1893.
Etnis Hazara berbicara dengan dialek Dari (dialek Farsi) yang disebut Hazaragi dan sebagian besar mengikuti sekte syiah Itsna 'Asyari atau Dua Belas Imam Islam. Beberapa dari mereka juga menjadi pengikut sekte ismailiyah dan sunni.
Dalam The Conversation, dikatakan bahwa etnis Hazara adalah keturunan pasukan Mongolia. Selain Afghanistan, etnis Hazara juga tersebar di Pakistan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Etnis Hazara merupakan salah satu etnis minoritas di Afghanistan. Banyak dari mereka yang menganut ajaran syiah.
Etnis Hazara yang menganut Islam syiah kerap menjadi sasaran teroris ISIS. Tak hanya diancam teroris, etnis ini juga kerap ditindas oleh Taliban yang menganut ajaran Sunni.
Beberapa waktu lalu, masjid etnis Hazara Syiah hancur akibat bom bunuh diri yang menewaskan puluhan jemaahnya, dikutip dari New York Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Matullah Rohani, seorang pejabat Taliban di Kunduz, mengatakan kepada media lokal bahwa setidaknya 43 orang tewas dalam serangan itu dan lebih dari 140 lainnya terluka.
Seorang pemimpin komunitas syiah setempat menyebutkan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. Sayed Ahmad Shah Hashemi, yang mewakili populasi Syiah Provinsi Kunduz, mengatakan kepada New York Times bahwa lebih dari 70 orang tewas dalam serangan itu.
Beberapa jam setelah serangan, kelompok ISIS Khorasan (ISIS-K), mengklaim sebagai dalang dari bom itu. ISIS-K kelompok ekstremis islam aliran sunni yang telah lama menargetkan muslim syiah di Afghanistan, yang mayoritas dianut oleh etnis Hazara.
Sejak 2014, afiliasi ISIS ini telah lama menyatakan perang terhadap penganut syiah di Afghanistan, dikutip dari Associated Press.
Direktur Eksekutif Organisasi Hak Asasi Manusia dan Pemberantasan Kekerasan yang berbasis di Kabul, Wadood Pedram menyebutsetidaknya 1.200 etnis Hazara tewas akibat serangan sejak 2015.
Tak hanya terancam ISIS, etnis Hazara juga terancam oleh kehadiran Taliban sebagai penguasa Afghanistan. Laporan Amnesty International yang dikutipThe Guardian menyampaikan, militan Taliban bertanggung jawab atas pembunuhan sembilan warga Hazara di desa Mundarakht pada Juli. Enam dari mereka ditembak dan tiga lainnya disiksa sampai mati.
Lowy Institute juga menyampaikan Hazara kerap menjadi sasaran diskriminasi, serangan sistematis, dan kekejaman massal dari Taliban. Salah satu penyebabnya adalah budaya liberalisme yang dianut syiah Hazara berbeda dengan budaya ortodoks yang dianut oleh Taliban.
Etnis Hazara pernah jadi mayoritas di Afghanistan, baca di halaman berikutnya...
Hazara Pernah Jadi Mayoritas di Afghanistan
Para pekerja dari etnis Hazara tengah mengeruk pasir di lembah Bamiyan, Afghanistan. (AFP/BULENT KILIC)
Etnis Hazara syiah sendiri merupakan kelompok minoritas di Afghanistan. Sementara mayoritas etnis di negara itu adalah Pashtun yang mana membentuk sebagian besar milisi Taliban.
Pada masa pemerintahan Taliban di 1990-an, kelompok ini juga kerap menargetkan etnis Hazara Syiah. Setelah Taliban menguasai kembali Afghanistan pada 1996, mereka mendeklarasikan jihad pada etnis Hazara syiah.
Akibat deklarasi ini, etnis Hazara menghadapi penindasan dan penganiayaan yang sangat parah. Salah satunya adalah serangkaian pembunuhan massal di Afghanistan Utara, yang menyebabkan ribuan etnis Hazara tewas atau terusir dari rumah mereka.
Dalam kepemimpinan Afghanistan bersama Amerika Serikat, situasi Hazara di Afghanistan meningkat pesat. Hazara adalah salah satu etnis minoritas nasional yang diakui dalam Konstitusi Afghanistan yang baru dan telah diberikan hak penuh atas kewarganegaraan Afghanistan. Walaupun begitu, mereka kerap mendapatkan diskriminasi di berbagai wilayah negara itu.
Mengutip Minority Rights, saat ini jumlah etnis Hazara di Afghanistan dikabarkan mencapai sembilan persen dari populasi negara itu. Walaupun begitu, etnis ini pernah menjadi etnis mayoritas di Afghanistan dengan populasi hampir 67 persen sebelum abad ke-19. Namun, angka ini turun drastis akibat pembantaian yang terjadi pada 1893.
Etnis Hazara berbicara dengan dialek Dari (dialek Farsi) yang disebut Hazaragi dan sebagian besar mengikuti sekte syiah Itsna 'Asyari atau Dua Belas Imam Islam. Beberapa dari mereka juga menjadi pengikut sekte ismailiyah dan sunni.
Dalam The Conversation, dikatakan bahwa etnis Hazara adalah keturunan pasukan Mongolia. Selain Afghanistan, etnis Hazara juga tersebar di Pakistan.