Sydney Akan Cabut Wajib Karantina Pendatang Internasional

has | CNN Indonesia
Jumat, 15 Oct 2021 10:15 WIB
Pemerintah Sydney, Australia, akan mencabut kewajiban karantina untuk pencegahan Covid-19 bagi pendatang internasional mulai 1 November mendatang. Ilustrasi. (Istockphoto/dmitriymoroz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Sydney di New South Wales, Australia, akan mencabut kewajiban karantina untuk pencegahan Covid-19 bagi pendatang internasional mulai 1 November mendatang.

"Kami ingin orang-orang kembali. Kami memimpin negara ini keluar dari pandemi. Kami membuka Sydney dan New South Wales untuk dunia," ujar Pemimpin New South wales, Dominic Perrottet, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (15/10).

Perrottet mengumumkan keputusan ini ketika kasus Covid-19 di New South Wales berangsur turun. Pada Kamis (14/10), infeksi corona di New South Wales turun menjadi 399 dari 406 di hari sebelumnya.


Jumlah kasus ini jauh lebih rendah ketimbang saat New South Wales menghadapi puncak pandemi Covid-19 pada awal September lalu. Saat itu, kasus Covid-19 di New South Wales mencapai lebih dari 1.500 infeksi.

Selain itu, New South Wales juga diperkirakan bakal mencapai target 80 persen populasi dewasanya divaksinasi Covid-19 penuh pada akhir pekan ini. Sementara itu, negara bagian lainnya di Australia masih butuh beberapa pekan untuk mencapai titik tersebut.

Kebijakan New South Wales ini berbeda dengan rencana yang diumumkan pemerintah pusat Australia sebelumnya. Namun, kantor Perdana Menteri Scott Morrison belum berkomentar mengenai kebijakan pemerintah New South Wales ini.

Secara keseluruhan, Australia memang telah mengumumkan rencana pembukaan kembali perbatasan untuk warga mereka yang sudah divaksinasi sejak Juli lalu.

Namun, Australia baru berencana mengizinkan kembali pendatang internasional masuk secara bertahap jika Negeri Kanguru sudah mencapai target 80 persen populasi divaksinasi penuh.

Australia sendiri sebenarnya dianggap sebagai salah satu negara yang berhasil menangani Covid-19 ketika pandemi pertama kali merebak tahun lalu. Saat itu, Australia langsung menutup semua perbatasan dan menerapkan lockdown ketat.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, kasus Covid-19 di Australia kembali melonjak pada akhir Juni lalu akibat kemunculan virus corona varian Delta. Mereka pun kembali menerapkan lockdown ketat di Sydney, Melbourne, dan Canberra.

Hingga saat ini, Australia secara keseluruhan sudah melaporkan 139 ribu kasus Covid-19 dengan 1.506 kematian akibat corona.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER