Australia Bersiap Hidup Bareng Covid, Cabut Lockdown Sydney

rds | CNN Indonesia
Senin, 11 Oct 2021 07:25 WIB
Sederet pub dan bar di Sydney, kota terbesar Australia, mulai membuka pintu mereka bagi para pelanggan pada pukul 12.00 dini hari, Senin (11/10). Suasana sunyi sepi saat Sydney lockdown selama kurang lebih empat bulan terakhir. (Foto: REUTERS/LOREN ELLIOTT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Restoran, bar, hingga pusat kebugaran di Kota Sydney, Australia, mulai menerima pelanggan yang telah divaksinasi Covid-19 setelah menerapkan penutupan wilayah (lockdown) selama empat bulan terakhir.

Sejumlah gambar di media sosial dan televisi memperlihatkan sederet pub dan bar di Sydney, kota terbesar Australia, mulai membuka pintu mereka bagi para pelanggan mulai pukul 12.00 dini hari pada Senin (11/10).

"Saya pikir semua orang di seluruh negara bagian ini (termasuk Sydney) cukup bersemangat setelah 100 hari (lockdown) yang panjang," kata Menteri Utama Negara Bagian New South Wales (NSW), Dominic Perrottet, kepada Seven News via Reuters.


Di bawah aturan relaksasi ini, Australia juga mengizinkan warga telah divaksin berkerumun di dalam rumah hingga maksimal 10 orang, dan 100 orang di acara pernikahan dan pemakaman.

Toko ritel juga mulai diizinkan untuk dibuka dengan kapasitas yang dibatasi.

Sederet relaksasi itu diterapkan NSW menyusul target vaksinasi warga yang hampir mencapai 80 persen sekitar akhir Oktober nanti.

Jika target itu tercapai, NSW akan menerapkan sederet relaksasi lagi. Namun, wilayah itu tetap melarang warga yang belum divaksin Covid-19 berada di di rumah sampai Desember mendatang.

Kebijakan serupa juga dilakukan oleh negara bagian lainnya di Australia.

NSW, terutama Sydney, telah terjebak lockdown ketat sejak Juni lalu akibat lonjakan infeksi Covid-19 menyusul penyebaran varian Delta virus corona di Negeri Kanguru.

Tak hanya NSW, varian Delta corona juga sempat menyebar ke Melbourne hingga Ibu Kota Canberra hingga memicu pemerintah menerapkan lockdown serupa.

Dengan program vaksinasi yang terus meningkat, Australia pun berencana mulai memasuki fase hidup normal dengan virus corona pada November mendatang.

Rencana ini ditetapkan setelah Australia menutup perbatasannya sejak Maret 2020 guna mengendalikan penularan Covid-19.

Australia memang menjadi salah satu negara yang memberlakukan lockdown ketat sejak awal pandemi.

Kebijakan itu dinilai cukup efektif mengendalikan infeksi virus corona. Hingga kini, Australia mencatat infeksi Covid-19 yang relatif rendah dengan total 127.500 kasus dengan 1.440 kematian.



(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER