Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram

CNN Indonesia
Minggu, 17 Oct 2021 08:34 WIB
Pemerintah Arab Saudi melonggarkan protokol kesehatan, seperti aturan jaga jarak di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mulai hari ini, Minggu (17/10). Pemerintah Arab Saudi melonggarkan protokol kesehatan, seperti aturan jaga jarak di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mulai hari ini, Minggu (17/10). (AFP/Bandar Al-Dandani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Arab Saudi mulai melonggarkan protokol kesehatan covid-19 berupa jaga jarak mulai hari ini, Minggu (17/10). Kebijakan itu diklaim telah mempertimbangkan penurunan kasus covid-19 yang signifikan di Arab Saudi.

Sejumlah kebijakan baru mengenai tata cara beribadah juga diterapkan di Masjidil Haram Makkah, dan Masjid Nabawi di Madinah. Dilansir dari cuitan Twitter media lokal Haramain Sharifain @HaramainInfo stiker penanda jaga jarak mulai dihilangkan.

"Aturan jaga jarak sudah berakhir di Masjid Al Haram," cuit Haramain, Minggu (17/10).


Pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan kapasitas penuh di kedua tempat ibadah tersebut. Tetapi, aturan itu ditujukan untuk para jemaah yang sudah menerima dua dosis vaksin covid-19.

Para jemaah yang telah menerima kedua dosis vaksin tersebut mulai hari ini dapat mengunjungi masjid di Mekah dan Madinah dengan tetap memakai masker dan menggunakan aplikasi 'Eatmarna' atau 'Tawakkalna' guna mendapatkan izin untuk sholat dan umrah atau mengunjungi Al Rawdah.

Sejumlah tindakan pencegahan penyebaran covid-19 juga tetap dilakukan di tempat umum, seperti pemeriksaan suhu tubuh, dan pemeriksaan status kesehatan melalui aplikasi Tawakkalna. Tempat-tempat publik juga masih mewajibkan untuk menyediakan hand sanitizer.

"Aturan jaga jarak dan pemakaian masker akan tetap diterapkan di fasilitas yang tidak dilakukan pemeriksaan status kesehatan melalui aplikasi 'Tawakkalna'," lanjutnya.

Adapun perihal perkembangan pandemi covid-19 di Arab Saudi, Worldometers mencatat per hari ini terdapat penambahan 45 kasus covid-19 baru di Arab Saudi, 2 kasus kematian, dan 41 kasus sembuh. Secara kumulatif, kasus covid-19 di Arab Saudi mencapai 547.890 kasus.

Sementara, terkait cakupan vaksinasi masyarakat Arab Saudi, Our World in Data mencatat sebanyak 58,24 persen dari total penduduk Arab Saudi yang sudah menerima lengkap dosis vaksin covid-19.

(khr/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER