Deret Kekerasan Taliban Respons Demo Warga Afghanistan
CNN Indonesia
Jumat, 22 Okt 2021 13:57 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Taliban, kelompok yang kini menguasai Afghanistan, kerap melakukan kekerasan untuk mengendalikan massa ketika berdemonstrasi. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --
Taliban, kelompok yang kini menguasai Afghanistan, kerap melakukan kekerasan untuk mengendalikan massa saat berdemonstrasi.
Sejak mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu, Taliban memang mengklaim bakal membentuk pemerintahan yang lebih terbuka.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan Taliban beberapa kali melakukan kekerasan untuk mengendalikan massa yang berdemonstrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan demonstrasi digelar untuk menolak kekuasaan Taliban. Ada pula sederet aksi yang digelar perempuan untuk menuntut kesetaraan di era pemerintahan Taliban.
Tak hanya terhadap demonstran, Taliban juga kerap melakukan kekerasan terhadap jurnalis, baik asing maupun lokal, yang meliput aksi demonstrasi.
Berikut sejumlah kekerasan yang dilakukan Taliban untuk merespons demonstrasi warga.
1. Taliban Pukul Jurnalis Asing dengan Senapan dan Dikeroyok
Terbaru, Taliban dilaporkan memukuli jurnalis yang sedang meliput demonstrasi perempuan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dengan gagang senapan.
Penyerangan itu terjadi ketika sekitar 20 demonstran perempuan sedang berjalan dekat gedung Kementerian Pendidikan ke Kementerian Keuangan pada Kamis (21/10).
Salah satu jurnalis asing yang meliput aksi tersebut diserang dengan gagang senapan oleh anggota Taliban. Ia juga melontarkan sumpah serapah serta menendang punggung fotografer tersebut.
Sementara itu, sejumlah anggota Taliban lain juga ikut memukuli fotografer asing tersebut.
2. Taliban Pukul Dua Jurnalis Afghanistan
Pemukulan jurnalis pada Kamis lalu bukan yang kali pertama. Dua jurnalis Afghanistan juga babak belur akibat dipukuli Taliban setelah ditangkap saat sedang meliput aksi demonstrasi di Kabul pada awal September lalu.
Seorang jurnalis korban kekerasan tersebut, Nematullah Naqdi, bercerita kepada AFP bahwa ia ditangkap bersama seorang rekannya.
Ia kemudian dibawa ke kantor kepolisian. Di sana, ia kembali menjadi target kekerasan Taliban.
"Salah satu anggota Taliban menginjak wajah saya dan memukul wajah saya dengan benda keras. Mereka menendang kepala saya. Saya pikir mereka akan membunuh saya," ujar Naqdi.
Taliban juga mencambuk demonstran hingga melepas tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Selengkapnya baca di halaman berikutnya >>>
3. Taliban Cambuk Perempuan yang Demo
Dalam demonstrasi tersebut, Taliban juga dilaporkan mencambuk para demonstran perempuan yang menyuarakan protes mereka atas pemerintahan baru Afghanistan karena sama sekali tak melibatkan kaum hawa.
Salah satu perempuan peserta demonstrasi itu mengatakan kepada CNN bahwa Taliban menggunakan cambuk hingga tongkat untuk membubarkan massa yang berkumpul di Kabul.
Ia kemudian bercerita, Taliban "memukul dengan cambuk dan menyuruh kami pulang dan mengakui serta menerima Emirat itu. Mengapa kami harus menerima Emirat, sementara tak ada inklusi atau hak yang diberikan kepada kami?"
4. Taliban Lepas Tembakan ke Udara untuk Bubarkan Demo
Milisi Taliban melontarkan rentetan tembakan ke udara demi membubarkan ratusan pengunjuk rasa di Kabul yang menentang kepemimpinan rezim kelompok tersebut di Afghanistan pada awal September.
"Pemerintah Islam (Taliban) menembaki masyarakat kami yang tidak bersalah," kata seorang perempuan yang ikut berdemo.
Perempuan itu ikut panik di tengah suara rentetan tembakan yang terdengar dalam sebuah video yang diunggah di Twitter oleh kantor berita Asvaka.
Sebagian pedemo merupakan kaum perempuan Afghanistan yang kerap menjadi target kekangan Taliban.
Jakarta, CNN Indonesia --
Taliban, kelompok yang kini menguasai Afghanistan, kerap melakukan kekerasan untuk mengendalikan massa saat berdemonstrasi.
Sejak mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu, Taliban memang mengklaim bakal membentuk pemerintahan yang lebih terbuka.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan Taliban beberapa kali melakukan kekerasan untuk mengendalikan massa yang berdemonstrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan demonstrasi digelar untuk menolak kekuasaan Taliban. Ada pula sederet aksi yang digelar perempuan untuk menuntut kesetaraan di era pemerintahan Taliban.
Tak hanya terhadap demonstran, Taliban juga kerap melakukan kekerasan terhadap jurnalis, baik asing maupun lokal, yang meliput aksi demonstrasi.
Berikut sejumlah kekerasan yang dilakukan Taliban untuk merespons demonstrasi warga.
1. Taliban Pukul Jurnalis Asing dengan Senapan dan Dikeroyok
Terbaru, Taliban dilaporkan memukuli jurnalis yang sedang meliput demonstrasi perempuan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dengan gagang senapan.
Penyerangan itu terjadi ketika sekitar 20 demonstran perempuan sedang berjalan dekat gedung Kementerian Pendidikan ke Kementerian Keuangan pada Kamis (21/10).
Salah satu jurnalis asing yang meliput aksi tersebut diserang dengan gagang senapan oleh anggota Taliban. Ia juga melontarkan sumpah serapah serta menendang punggung fotografer tersebut.
Sementara itu, sejumlah anggota Taliban lain juga ikut memukuli fotografer asing tersebut.
2. Taliban Pukul Dua Jurnalis Afghanistan
Pemukulan jurnalis pada Kamis lalu bukan yang kali pertama. Dua jurnalis Afghanistan juga babak belur akibat dipukuli Taliban setelah ditangkap saat sedang meliput aksi demonstrasi di Kabul pada awal September lalu.
Seorang jurnalis korban kekerasan tersebut, Nematullah Naqdi, bercerita kepada AFP bahwa ia ditangkap bersama seorang rekannya.
Ia kemudian dibawa ke kantor kepolisian. Di sana, ia kembali menjadi target kekerasan Taliban.
"Salah satu anggota Taliban menginjak wajah saya dan memukul wajah saya dengan benda keras. Mereka menendang kepala saya. Saya pikir mereka akan membunuh saya," ujar Naqdi.
Taliban juga mencambuk demonstran hingga melepas tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Selengkapnya baca di halaman berikutnya >>>
Deret Kekerasan Taliban Respons Demo Warga Afghanistan
Taliban, kelompok yang kini menguasai Afghanistan, kerap melakukan kekerasan untuk mengendalikan massa ketika berdemonstrasi. (Reuters/Stringer)
3. Taliban Cambuk Perempuan yang Demo
Dalam demonstrasi tersebut, Taliban juga dilaporkan mencambuk para demonstran perempuan yang menyuarakan protes mereka atas pemerintahan baru Afghanistan karena sama sekali tak melibatkan kaum hawa.
Salah satu perempuan peserta demonstrasi itu mengatakan kepada CNN bahwa Taliban menggunakan cambuk hingga tongkat untuk membubarkan massa yang berkumpul di Kabul.
Ia kemudian bercerita, Taliban "memukul dengan cambuk dan menyuruh kami pulang dan mengakui serta menerima Emirat itu. Mengapa kami harus menerima Emirat, sementara tak ada inklusi atau hak yang diberikan kepada kami?"
4. Taliban Lepas Tembakan ke Udara untuk Bubarkan Demo
Milisi Taliban melontarkan rentetan tembakan ke udara demi membubarkan ratusan pengunjuk rasa di Kabul yang menentang kepemimpinan rezim kelompok tersebut di Afghanistan pada awal September.
"Pemerintah Islam (Taliban) menembaki masyarakat kami yang tidak bersalah," kata seorang perempuan yang ikut berdemo.
Perempuan itu ikut panik di tengah suara rentetan tembakan yang terdengar dalam sebuah video yang diunggah di Twitter oleh kantor berita Asvaka.
Sebagian pedemo merupakan kaum perempuan Afghanistan yang kerap menjadi target kekangan Taliban.