Jejak Covid Singapura Meroket hingga RS Terancam Kewalahan

CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 14:44 WIB
Covid-19 di Singapura terus melonjak. Begitu besar peningkatan kasus infeksi corona itu, rumah sakit di Singapura sampai-sampai dikabarkan terancam kewalahan. Covid-19 di Singapura terus melonjak. Begitu besar peningkatan kasus infeksi corona itu, rumah sakit di Singapura sampai-sampai dikabarkan terancam kewalahan. (AFP/Roslan Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura terus mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak akhir Agustus lalu. Begitu besar peningkatan kasus infeksi corona itu, rumah sakit di Singapura sampai-sampai dikabarkan terancam kewalahan.

Lonjakan ini mulai terpantau sejak awal September lalu. Sebelumnya Singapura tak pernah melaporkan kasus Covid-19 lebih dari seribu dalam sehari.

Namun, kasus Covid-19 di Singapura terus melonjak hingga mencapai di atas dua ribu sehari pada 28 September. Pada Kamis (21/10), penambahan kasus harian Covid di Singapura mencapai 3.439 kasus.


Penyebab kasus Covid-19 di Singapura naik

Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo, mengatakan bahwa ada sejumlah alasan hingga kasus Covid-19 di negara itu kembali merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya vaksinasi.

Secara keseluruhan, 84 persen populasi Singapura sebenarnya sudah menerima vaksin dosis lengkap. Namun menurut Suryo, masih banyak lansia di Singapura yang tak mau divaksinasi.

"Karena Singapura ini wilayahnya sangat kecil, kemudian di rumah itu juga, ukuran rumahnya kecil-kecil dan jumlah orangnya banyak, muncul kekhawatiran di setiap rumah tangga itu menulari orang tuanya," tutur Suryo dalam dialog yang diadakan KPC PEN bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Selasa (28/9).

Ia kemudian berkata, "Kita tahu banyak orang tua di Singapura itu karena merasa tidak akan pernah bepergian ke luar negeri, jadi mereka tidak mau divaksinasi."

Tak hanya itu, Suryo juga menyatakan bahwa penyebaran virus corona varian Delta turut menjadi penyumbang lonjakan kasus Covid-19 di Singapura seperti di kebanyakan negara lainnya.

"Pengalaman dari Singapura, ketika varian baru (Delta) itu masuk, itu yang menjadi penyebab persoalan di Singapura, karena kasus impor di Singapura sebetulnya sangat rendah. Kasus penularan di dalam Singapura yang sangat tinggi," ujar Suryo.

Pernyataan ini didukung oleh epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane.

"Singapura, Malaysia, hampir sama seperti kita beberapa bulan lalu. Serangan Delta yang mendominasi. Sebenarnya, bukan hanya di Asean saja. Di seluruh dunia, serangan Delta beri dampak besar terhadap peningkatan kasus," tuturnya.

Suryo menambahkan, transmisi yang terjadi di pemberhentian kendaraan umum seperti MRT atau bus juga berperan dalam penyebaran kasus positif di Singapura.

Lonjakan Covid-19 ini menyebabkan sistem kesehatan Singapura terancam kewalahan dan nasib kenormalan baru dipertanyakan. Selengkapnya baca di halaman selanjutnya>>>

Sistem Kesehatan Kewalahan hingga Nasib Kenormalan Baru Singapura

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER