China Harap ASEAN Tolak Kesepakatan Kapal Selam Nuklir AUKUS

CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 18:43 WIB
Dubes China untuk ASEAN, Deng Xijun, berharap negara anggota blok tersebut menolak kesepakatan kapal selam nuklir antara AS, Australia, dan Inggris atau AUKUS. Ilustrasi ASEAN. (Arsip Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar China untuk ASEAN, Deng Xijun, berharap negara anggota blok tersebut menolak kesepakatan kapal selam nuklir antara Amerika Serikat, Australia, dan Inggris alias AUKUS.

"Saya percaya negara kawasan (ASEAN) memiliki alasan masing-masing untuk menolak langkah Amerika Serikat," kata Xijun dalam acara ASEAN-China Survey 2021, Jumat (22/10).

Xijun kemudian mengatakan bahwa dengan AUKUS ini, AS mengganggu kesepakatan proliferasi nuklir di kawasan. Ia pun menganggap AUKUS ini sangat merusak keamanan regional.


"Dan itu (AUKUS merupakan) kerangka di Indo-Pasifik sebagai langkah menahan China," katanya.

Ia menyayangkan kesepakatan yang sudah terjalin antara AS dan sekutu. China berharap AS lebih baik membuka ruang dialog, bukan melakukan operasi semacam AUKUS.

AS bersama Inggris dan Australia menyepakati AUKUS pada September lalu. Berdasarkan kesepakatan itu, Australia akan membuat kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi dari AS.

Sejumlah pihak menilai, kesepakatan ini dibentuk untuk mengimbangi kekuatan China di kawasan Indo-Pasifik. Kesepakatan ini bahkan dinilai dapat memicu perang terbuka, meski kecil kemungkinannya.

Beberapa negara pun memprotes kesepakatan itu. Indonesia juga memperingatkan kesepakatan itu bisa memicu perlombaan senjata dan mengganggu stabilitas kawasan.

Malaysia juga menolak AUKUS. Mereka khawatir kesepakatan tersebut dapat memprovokasi kekuatan lain untuk bertindak lebih agresif.

Namun, Filipina berbeda dengan kedua negara itu. Manila menilai kekuatan AS dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan kawasan.

Singapura pun menyatakan sikap serupa. Mereka berharap AUKUS bisa berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan melengkapi arsitektur kawasan.

(isa/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER