Malaysia Akan Mulai Izinkan Masuk Tenaga Kerja Asing

has | CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 20:11 WIB
Malaysia akan mengizinkan tenaga kerja asing masuk dalam waktu dekat, setelah lebih dari setahun menutup pintu bagi pekerja dari luar negeri. Ilustrasi. (Dok. Humas Bakamla RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia akan mengizinkan tenaga kerja asing masuk dalam waktu dekat, setelah lebih dari setahun menutup pintu bagi pekerja dari luar negeri akibat pandemi Covid-19.

Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, mengatakan bahwa satuan tugas penangan Covid-19 negaranya sudah sepakat untuk menerima kembali tenaga kerja asing dalam pertemuan pada Jumat (22/10).

"Komite Khusus Manajemen Pandemi hari ini menyepakati usulan standar prosedur operasi untuk izin masuk pekerja asing ke Malaysia, terutama untuk memenuhi kebutuhan perkebunan," ujar Ismail, sebagaimana dikutip Reuters.


Namun, Ismail mengatakan bahwa satgas penanganan Covid-19 tersebut belum menentukan kuota dan tanggal pasti penerimaan pekerja asing tersebut.

Menurut Ismail, keputusan ini sangat dinanti para pelaku industri di sektor perkebunan kelapa sawit hingga manufaktur sarung tangan karet.

Selama ini, Malaysia memang bergantung pada sekitar dua juta tenaga kerja asing untuk memproduksi berbagai komoditas, mulai dari sawit hingga perangkat iPhone.

Berbagai industri di Malaysia pun menjerit ketika pemerintah menutup pintu bagi pekerja asing demi menghindari penularan Covid-19. Belakangan, pemerintah mulai melonggarkan aturan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Bulan lalu, pemerintah menyatakan bakal memprioritaskan penerimaan 32 ribu pekerja asing untuk sektor perkebunan demi meredam kerugian di industri kelapa sawit beberapa bulan belakangan.

Sementara itu, para pelaku industri sarung tangan karet juga meminta pemerintah mengizinkan kembali para tenaga kerja asing untuk memenuhi permintaan produksi tahun ini dan 2022.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER