Rusia Kembali Catat Rekor Kematian Akibat Covid-19

Tim | CNN Indonesia
Sabtu, 23 Oct 2021 15:56 WIB
Rusia melaporkan 1.075 kematian COVID-19 pada Sabtu (23/10). Angka itu menjadi rekor harian kelima berturut-turut. Rusia melaporkan 1.075 kematian COVID-19 pada Sabtu (23/10). Angka itu menjadi rekor harian kelima berturut-turut. (Foto: REUTERS/TATYANA MAKEYEVA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia melaporkan 1.075 kematian COVID-19 pada Sabtu (23/10). Angka itu menjadi rekor harian kelima berturut-turut. Tak hanya itu, Rusia juga mencatat 37.678 kasus baru dalam 24 jam.

Seperti diberitakan Reuters, angka tersebut dilaporkan jelang pemerintah Rusia bersiap menutup tempat kerja di seluruh negeri itu dan mengunci ibu kota.

Meski menjadi negara pengembang salah satu vaksin Covid-19 pertama di dunia, Rusia menjadi salah satu dengan tingkat vaksinasi yang terendah di Eropa. Negara itu baru memvaksinasi sekitar sepertiga populasinya.


Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin setuju menutup seluruh tempat kerja di sana pada pekan pertama November 2021. Hal itu dilakukan setelah penguncian wilayah sebagian di Moscow mulai 28 Oktober.

Ketika kebijakan tersebut berlaku, hanya toko-toko penting seperti apotek dan supermarket yang masih diizinkan beroperasi.

Kendati demikian, teater dan museum tetap buka dengan syarat pengunjung hanya diizinkan masuk dengan kode QR,

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memutuskan untuk mengunci (lockdown) wilayahnya dengan meliburkan pekerja kantoran selama pademi karena kenaikan kasus covid-19.

"Tugas kami hari ini adalah untuk melindungi kehidupan dan kesehatan warga kami dan mengurangi konsekuensi dari infeksi berbahaya (Covid-19)," kata Putin, dikutip dari Associated Press.

Di sisi lain, Rusia juga melaporkan subvarian Delta yang diyakini lebih menular. Peneliti Kamil Khafizov memperkirakan subvarian AY.4.2 sekitar 10 persen lebih menular daripada varian Delta.

Ia pun menduga subvarian itu yang menyebabkan melonjaknya kembali kasus harian hingga kematian akibat Covid-19 di Rusia.

Ahli imunologi Rusia Nikolay Kryuchkov mengatakan Delta dan subvariannya akan tetap dominan dan mungkin beradaptasi di masa mendatang, terutama di mana tingkat vaksinasi di bawah atau tepat di atas 50 persen.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Rusia belum berkomentar sama sekali mengenai hal tersebut.

Berdasarkan data Worldometers yang diakses pada Sabtu (23/10) siang, Rusia selama ini telah melaporkan 8.205.983 kasus Covid-19 dan 229.528 kematian.

(reuters/chri)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER