Iran Sepakat Bahas Lagi Kesepakatan Nuklir

has | CNN Indonesia
Jumat, 29 Oct 2021 01:00 WIB
Iran akhirnya sepakat untuk melanjutkan perundingan mengenai kesepakatan nuklir pada November mendatang, setelah didesak oleh komunitas internasional. Ilustrasi. (AFP/Atta Kenare)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran akhirnya sepakat untuk melanjutkan perundingan mengenai kesepakatan nuklir pada November mendatang, setelah didesak oleh komunitas internasional.

"Kami sepakat memulai negosiasi sebelum akhir November. Tanggal pastinya akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan," kata Wakil Luar Negeri Iran, Ali Bagheri, melalui Twitter, Rabu (27/10).

Ia mengatakan bahwa negaranya mengambil keputusan tersebut setelah melihat progres baik dalam perbincangan dengan mediator dari Uni Eropa, Enrique Mora.


Amerika Serikat pun menyambut baik keputusan Iran ini. Menurut mereka, masih ada "sejumlah kecil isu" yang dipermasalahkan dalam pertemuan mereka di Wina belakangan ini.

"Kami siap kembali ke Wina. Kami yakin masih mungkin untuk dengan cepat mencapai dan menerapkan pemahaman untuk kembali ke kepercayaan penuh," ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.

"Seperti yang selalu kami tegaskan, pintu ini tak akan terbuka selamanya jika Iran terus mengambil langkah nuklir yang provokatif, jadi kami harap mereka datang ke Wina untuk negosiasi dengan cepat dan dengan maksud baik."

Perundingan kembali kesepakatan nuklir JCPOA ini memang sudah digaungkan sejak Joe Biden dilantik menjadi presiden Amerika Serikat.

Sejak Biden menjabat, AS dan Iran sudah melangsungkan dialog secara tak langsung dengan bantuan sekutu negara Eropa di Wina demi mencoba menghidupkan kembali JCPOA.

Menurut Biden, perjanjian JCPOA efektif membuat Iran patuh menangguhkan program nuklirnya, sampai akhirnya Trump menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut.

Perjanjian yang diteken oleh negara anggota tetap DK PBB beserta Jerman itu mewajibkan Iran membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari keperluan mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai timbal balik, negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran. Namun setelah menarik diri, AS kembali menerapkan sanksi yang membuat Iran geram.

Setelah itu, Iran terus menggencarkan program pengayaan uranium. Pada April lalu, Iran mengumumkan bahwa mereka akan memulai pengayaan uranium hingga 60 persen.

Pada pertengahan Juni lalu, Iran bahkan mengklaim sudah membuat 6,5 kilogram uranium dengan pengayaan kemurnian hingga 60 persen.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER