PBB Khawatir Dunia Isolasi Afrika Imbas Varian Omicron

isa | CNN Indonesia
Selasa, 30 Nov 2021 17:48 WIB
Sekjen PBB, Antonio Guterres khawatir varian Omicron memicu isolasi dunia terhadap negara Afrika. Sekjen PBB, Antonio Guterres khawatir varian Omicron memicu isolasi dunia terhadap negara Afrika. (Foto: AFP/Maxin Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengaku sangat khawatir soal potensi dunia mengisolasi negara di selatan Afrika akibat kemunculan Covid-19 varian Omicron.

Sebab, puluhan negara telah berlomba-lomba menerapkan pembatasan hingga larangan perjalanan ke sejumlah negara di selatan Afrika seperti Afrika Selatan dan Botswana yang pertama kali mendeteksi Covid-19 varian Omicron.

"Saya minta untuk pemerintah di seluruh negara agar mempertimbangkan tes ulang bagi pengunjung, bersama dengan langkah-langkah lain yang tepat dan betul-betul efektif," ujar Gutteres seperti dikutip Reuters, Senin (29/11).


Aturan yang tepat dan efektif, menurutnya, bisa menghindari risiko penularan sehingga mengizinkan perjalanan dan melibatkan sektor ekonomi.

Guterres juga memperingatkan akan bahaya kesenjangan vaksin dan rata-rata inokulasi yang rendah menjadi tempat varian Covid-19 berkembang biak.

Penduduk Afrika, lanjutnya, tidak bisa disalahkan atas rendahnya tingkat vaksinasi Covid-19 di kawasan itu.

Afrika menjadi salah satu wilayah dengan tingkat vaksinasi yang rendah lantaran akses terhadap pasokan dosis vaksin yang minim.

"Dan mereka tidak boleh dihukum karena mengidentifikasi dan berbagi pengetahuan penting dan informasi kesehatan bagi dunia," katanya.

Afrika Selatan sebelumnya mengeluhkan bahwa negaranya merasa dihukum oleh sejumlah negara yang segera menutup perbatasan bagi warga mereka tak lama setelah mendeteksi Covid-19 varian Omicron yang disebut lebih mudah menular dari pada varian Delta.

Keputusan itu, menurut Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan, sama saja menghukum negara tersebut karena keberhasilannya mendeteksi varian baru Covid-19 lebih cepat.

"Ilmu yang luar biasa harus diapresiasi dan tak dihukum," demikian pernyataan Kemlu Afsel seperti dikutip AFP.

Sejauh ini, 32 negara negara menutup perbatasan pendatang dari Afrika Selatan. Mereka diantaranya, Inggris, Jerman, Spanyol, Israel, Indonesia, Maroko, Australia, Singapura, hingga Hong Kong.

Selain di negara Afrika, varian tersebut juga sudah terdeteksi di sejumlah negara seperti Australia, Belanda, Inggris, Hong Kong, Belgia, Jerman, dan Italia.

WHO bahkan memasukkan varian Omicron ke dalam kategori varian of concern atau varian yang mengkhawatirkan.

Badan tersebut juga menyatakan varian Omicron memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibanding varian lain dan dapat memicu reinfeksi atau infeksi ulang Covid-19.



(isa/rds/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER