Tentang Klan Rothschild, Keluarga Yahudi Tajir Rp5.035 T
CNN Indonesia
Rabu, 08 Des 2021 09:25 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Baron Guy de Rothschild (tengah) bersama dua putranya, bagian dari klan Rothschild di Perancis. (AFP/)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama klan keluarga YahudiRothschildkembali mencuat belakangan ini karena dikaitkan dengan rumor bisnis vaksin Covid-19.
Rothschild merupakan kekuatan dinasti perbankan terkenal seantero Eropa bahkan dunia, memiliki kekayaan US$350 miliar atau setara Rp5.035 triliun.
Bank itu didirikan Mayer Amschel Rothschild pada abad ke-18.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari usaha kecil yang bergerak di bidang perdagangan, bisnis Mayer kemudian berkembang pesat. Ia mulai merambah ke bank dagang, bank swasta, akuisisi dan merger, asuransi dan modal ventura, komoditas, investasi dan dana pensiun.
Mereka juga berinvestasi di proyek besar infrastruktur seperti jembatan, terowongan dan rel kereta api.
Bisnis lain yang juga dikelola diantaranya, hotel, media, transportasi dan minuman anggur merah.
Nama keluarga
Mayer Rothschild sendiri tumbuh di Frankfurt, wilayah yang mempunyai sekitar 3.000 penduduk Yahudi. Kondisi saat itu sangat padat dan banyak aturan pembatasan. Orang-orang Yahudi tak bisa keluar malam, di hari Minggu dan hari libur Kristen.
Mereka juga dilarang mengunjungi fasilitas publik atau kedai kopi dan tak boleh muncul di publik lebih dari dua orang.
Mayer Rothschild belajar bisnis sejak usia muda. Ayahnya, Amschel Moses Rothschild bisnis kain sutra dan tukar mata uang.
Salah satu pekerjaan pertama Mayer yakni memilah koin yang diperoleh melalui pameran dagang semi-tahunan Frankfurt, yang menarik pembeli dan penjual di seluruh wilayah.
Ayah Mayer meninggal akibat penyakit cacar saat ia masih 12 tahun. Mayer kemudian tinggal bersama kerabat yang mengirim ke Hannover untuk magang di sebuah rumah perbankan Yahudi terkemuka, Simon Wolf Oppenheimer.
Di situ, Mayer belajar terkait perdagangan dan keuangan dengan orang asing. Ia juga mempelajari koin langka dari tempat-tempat seperti Roma kuno, Persia, dan Kekaisaran Bizantium.
Asal Mula Pendirian Bank
Menurut laporan Investopedia, Mayer kembali ke Frankfurt pada 1763, saat usianya 19 tahun. Ia kemudian mengikuti usaha saudaranya soal bisnis perdagangan.
Mayer menjadi dealer koin langka dan memenangkan sponsor Putra Mahkota Wilhelm dari Hesse. Kemenangan ini menjadi relasi yang penting bagi bisnis Mayer.
Wilhelm juga berperan menyediakan keuangan dan membantu Mayer terhubung dengan para bangsawan.
Putra Mahkota Wilhelm adalah pewaris kekayaan besar dan kemudian mengambil gelar Wilhelm IX, Landgrave of Hesse-Kessel.
Pada 1769, Rothschild meminta gelar kehormatan atau agen kerajaan di pengadilan Yahudi dari Wilhelm. Gelar kehormatan itu menjadi tanda Mayer menerima pelayanan kerajaan dan diizinkan menggantung perisai lengkap dengan seragam tentara Hesse dan Hanau di rumahnya.
Bagaimana perkembangan bisnis klan Rothschild di era revolusi Perancis, baca di halaman berikutnya...
Perbankan Rothschild tumbuh pesat selama Revolusi Perancis. Mayer memfasilitasi pembayaran untuk merekrut tentara bayaran Hessian. Transaksi ini menjadi dasar kekayaan dia.
Bank miliknya meminjamkan kepada pemerintah Perancis untuk membiayai operasi perang selama beberapa abad. Keputusan itu membuat keluarga Rothschild memiliki banyak kesempatan untuk mengumpulkan obligasi dan membangun kekayaan tambahan di berbagai industri.
Pada 1770, Mayer menikahi Gutle Schnapper, putri seorang penukar uang dan pekerja pengadilan. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai sepuluh anak, lima putra, dan lima putri.
Mayer dan anak pertamanya, Amschel, mengawasi pertumbuhan bisnis mereka dari Frankfurt, sementara anak yang lain mendirikan kantor lain.
Nathan mendirikan cabang di London pada 1804, James atau Jacob membangun di Paris pada 1811. Salomon dan Karl membuka kantor di Wina dan Naples, demikian dikutip dari Britannica.
Pada 1824, Nathan Rothschild dan Moses Montefiore mendirikan Alliance Assurance Company, yang saat ini merupakan bagian dari RSA Group.
Dari empat putra Rothschild yang berani keluar, putra ketiga, Nathan (1777-1836) mencapai kesuksesan terbesar.
Nathan pindah ke Manchester Inggris, pada 1798 untuk mendirikan usaha tekstil. Dia lalu bergeser ke London mendirikan bank sendiri dengan nama N M Rothschild pada 1810.
N M Rothschild & Sons masih beroperasi hingga sekarang. Pada 2019, bank melaporkan pendapatan hingga £1.87 miliar atau setara Rp35 triliun dan aset yang dikelola mencapai 76 miliar euro atau Rp1.227 triliun.
Wasiat Mayer
Sebelum ia mati, Mayer meninggalkan wasiat bagi para pewarisnya dan bagaimana mereka harus mengelola keuangan keluarga. Dia ingin menjaga keuntungan di kalangan keluarga, salah satunya menggarisbawahi sistem suksesi patrilineal.
Dalam sistem itu, gelar dan properti hanya bisa diwariskan kepada garis laki-laki, sementara keturunan perempuan tak mendapat warisan apapun.
Kekayaan mereka dibagi ke keturunan dan ahli warisnya dari generasi ke generasi.
Hari ini, Rothschild memegang sejumlah industri termasuk pelayanan keuangan, real estate, pertambangan, energi dan yayasan amal.
Keluarga itu juga memiliki puluhan kilang anggur merah di seluruh dunia.
Keturunan Rothschild terus membiayai operasi bisnis global dan berkontribusi pada upaya ilmiah, kemanusiaan, budaya, dan bisnis.
Moto keluarga adalah harmoni, integritas, dan industri.
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama klan keluarga YahudiRothschildkembali mencuat belakangan ini karena dikaitkan dengan rumor bisnis vaksin Covid-19.
Rothschild merupakan kekuatan dinasti perbankan terkenal seantero Eropa bahkan dunia, memiliki kekayaan US$350 miliar atau setara Rp5.035 triliun.
Bank itu didirikan Mayer Amschel Rothschild pada abad ke-18.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari usaha kecil yang bergerak di bidang perdagangan, bisnis Mayer kemudian berkembang pesat. Ia mulai merambah ke bank dagang, bank swasta, akuisisi dan merger, asuransi dan modal ventura, komoditas, investasi dan dana pensiun.
Mereka juga berinvestasi di proyek besar infrastruktur seperti jembatan, terowongan dan rel kereta api.
Bisnis lain yang juga dikelola diantaranya, hotel, media, transportasi dan minuman anggur merah.
Nama keluarga
Mayer Rothschild sendiri tumbuh di Frankfurt, wilayah yang mempunyai sekitar 3.000 penduduk Yahudi. Kondisi saat itu sangat padat dan banyak aturan pembatasan. Orang-orang Yahudi tak bisa keluar malam, di hari Minggu dan hari libur Kristen.
Mereka juga dilarang mengunjungi fasilitas publik atau kedai kopi dan tak boleh muncul di publik lebih dari dua orang.
Mayer Rothschild belajar bisnis sejak usia muda. Ayahnya, Amschel Moses Rothschild bisnis kain sutra dan tukar mata uang.
Salah satu pekerjaan pertama Mayer yakni memilah koin yang diperoleh melalui pameran dagang semi-tahunan Frankfurt, yang menarik pembeli dan penjual di seluruh wilayah.
Ayah Mayer meninggal akibat penyakit cacar saat ia masih 12 tahun. Mayer kemudian tinggal bersama kerabat yang mengirim ke Hannover untuk magang di sebuah rumah perbankan Yahudi terkemuka, Simon Wolf Oppenheimer.
Di situ, Mayer belajar terkait perdagangan dan keuangan dengan orang asing. Ia juga mempelajari koin langka dari tempat-tempat seperti Roma kuno, Persia, dan Kekaisaran Bizantium.
Asal Mula Pendirian Bank
Menurut laporan Investopedia, Mayer kembali ke Frankfurt pada 1763, saat usianya 19 tahun. Ia kemudian mengikuti usaha saudaranya soal bisnis perdagangan.
Mayer menjadi dealer koin langka dan memenangkan sponsor Putra Mahkota Wilhelm dari Hesse. Kemenangan ini menjadi relasi yang penting bagi bisnis Mayer.
Wilhelm juga berperan menyediakan keuangan dan membantu Mayer terhubung dengan para bangsawan.
Putra Mahkota Wilhelm adalah pewaris kekayaan besar dan kemudian mengambil gelar Wilhelm IX, Landgrave of Hesse-Kessel.
Pada 1769, Rothschild meminta gelar kehormatan atau agen kerajaan di pengadilan Yahudi dari Wilhelm. Gelar kehormatan itu menjadi tanda Mayer menerima pelayanan kerajaan dan diizinkan menggantung perisai lengkap dengan seragam tentara Hesse dan Hanau di rumahnya.
Bagaimana perkembangan bisnis klan Rothschild di era revolusi Perancis, baca di halaman berikutnya...
Tumbuh Pesat di Era Revolusi Perancis
Wine merupakan salah satu usaha klan Rothschild di seluruh dunia. (AFP/DANIEL GARCIA)
Perbankan Rothschild tumbuh pesat selama Revolusi Perancis. Mayer memfasilitasi pembayaran untuk merekrut tentara bayaran Hessian. Transaksi ini menjadi dasar kekayaan dia.
Bank miliknya meminjamkan kepada pemerintah Perancis untuk membiayai operasi perang selama beberapa abad. Keputusan itu membuat keluarga Rothschild memiliki banyak kesempatan untuk mengumpulkan obligasi dan membangun kekayaan tambahan di berbagai industri.
Pada 1770, Mayer menikahi Gutle Schnapper, putri seorang penukar uang dan pekerja pengadilan. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai sepuluh anak, lima putra, dan lima putri.
Mayer dan anak pertamanya, Amschel, mengawasi pertumbuhan bisnis mereka dari Frankfurt, sementara anak yang lain mendirikan kantor lain.
Nathan mendirikan cabang di London pada 1804, James atau Jacob membangun di Paris pada 1811. Salomon dan Karl membuka kantor di Wina dan Naples, demikian dikutip dari Britannica.
Pada 1824, Nathan Rothschild dan Moses Montefiore mendirikan Alliance Assurance Company, yang saat ini merupakan bagian dari RSA Group.
Dari empat putra Rothschild yang berani keluar, putra ketiga, Nathan (1777-1836) mencapai kesuksesan terbesar.
Nathan pindah ke Manchester Inggris, pada 1798 untuk mendirikan usaha tekstil. Dia lalu bergeser ke London mendirikan bank sendiri dengan nama N M Rothschild pada 1810.
N M Rothschild & Sons masih beroperasi hingga sekarang. Pada 2019, bank melaporkan pendapatan hingga £1.87 miliar atau setara Rp35 triliun dan aset yang dikelola mencapai 76 miliar euro atau Rp1.227 triliun.
Wasiat Mayer
Sebelum ia mati, Mayer meninggalkan wasiat bagi para pewarisnya dan bagaimana mereka harus mengelola keuangan keluarga. Dia ingin menjaga keuntungan di kalangan keluarga, salah satunya menggarisbawahi sistem suksesi patrilineal.