Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga Rockefeller menjadi salah satu keluarga terkaya di dunia. Pada 2020, keluarga ini memiliki kekayaan bersih mencapai US$8,4 miliar atau setara Rp120 triliun.
Kekayaan keluarga ini didapatkan salah satunya dengan memonopoli perdagangan minyak di Amerika Serikat. Standard Oil, perusahaan yang dibuat oleh Rockefeller sempat menguasai 90 hingga 95 persen kilang minyak di negara itu.
Kekayaan Rockefeller dimulai dengan 'raja' minyak John D. Rockefeller, miliarder pertama Amerika, yang mendirikan Standard Oil pada 1870, dikutip Britannica.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Forbes, Rockefeller dan anaknya John Jr mendedikasikan diri untuk filantropi. Mereka memberi lebih dari US$1 miliar (Rp14 triliun) dan membangun Universitas Chicago.
Di 2016, Dana Keluarga Rockefeller, sebuah entitas filantropi keluarga, menggemparkan dunia ketika mereka mengumumkan akan melepaskan semua investasi bahan bakar fosil.
Sementara itu, penulis Malcolm Gladwell dalam buku yang berjudul Outliers mengestimasikan kekayaan Rockefeller mencapai US$318.3 miliar di zaman keemasan mereka, atau setara dengan Rp4.562 triliun, dikutip dari Fox Business.
Mengutip CNBC, Rockefeller kini memiliki 170 ahli waris.
Keluarga Rockefeller sendiri membangun banyak real estate. Salah satu real estate yang dibangun keluarga ini ialah Rockefeller Center. Kompleks ini dibuat oleh John D Rockefeller Jr. pada 1930-an.
Ada beberapa fasilitas yang terdapat di Rockefeller Center, yakni tempat makan, belanja, seni bersejarah, dan atraksi. Bahkan, real estate itu juga memiliki arena ice skating.
Walaupun demikian, David Rockefeller menjual sisa saham di komplek itu ke Tishman Speyer Properties pada 2001 seharga $1,85 miliar (Rp26 triliun).
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Ikut Membangun World Trade Center
John D Rockefeller pendiri perusahaan minyak Standard Oil. (AFP/STF)
Tak hanya membangun Rockefeller Center, sejumlah anggota keluarga Rockefeller ikut berkontribusi membangun gedung asli World Trade Center. David dan Ryan Rockefeller merupakan orang yang terlibat dalam pengembangan Menara Kembar di WTC, Manhattan.
Selain itu, keluarga ini membangun The Rockefeller Estate, yang dikenal sebagai Kykuit. Komplek ini memiliki luas sebesar 3.400 hektar. Bangunannya terdiri dari rumah yang memiliki enam lantai, dengan 40 ruangan, 20 kamar tidur, dan lebih dari 100 karya seni.
Tak hanya itu, real estate ini juga memiliki taman bertingkat, galeri seni bawah tanah, koleksi mobil klasik, dan koleksi kereta kuda. Komplek ini kemudian diserahkan ke publik pada 1994.
John D. Rockefeller Jr juga pernah mendanai pembangunann The International House of New York (I-House New York). Rockefeller Jr menyiapkan $3M untuk membantu pembuatan proyek ini. Gedung ini mampu menampung hingga 700 siswa per tahun.
Beberapa fasilitas yang dimiliki I-House New York antara lain 11 kamar tamu, pusat kebugaran, lapangan basket indoor, ruang binatu, kafetaria, dan lain-lain.
The Rockefeller Foundation juga menjadi salah satu aset keluarga ini. Pada 1919, lembaga ini mulai bekerja menyediakan beasiswa dalam bidang fisika dan kimia, didukung Dewan Riset Nasional. Lebih dari US$4,5 juta (Rp64 miliar) digunakan untuk melatih lebih dari 1.000 orang selama 33 tahun ke depan, dikutip dari laman resmi Rockefeller Foundation.
Lembaga ini juga memberikan bantuan dalam pengembangan vaksin untuk menangani demam kuning. Mereka juga membantu mengatasi wabah cacing tambang di Amerika Serikat dan malaria di Italia. Selain itu, mereka juga mengkatalisasi Revolusi Hijau.