Polisi India Akan Periksa Tokoh Radikal Hindu Diduga Hina Gandhi

CNN Indonesia
Selasa, 28 Des 2021 12:23 WIB
Polisi India Akan Periksa Tokoh Radikal Hindu Diduga Hina Gandhi
Lukisan Mahatma Gandhi, Joe Biden, dan Kamala Harris. (AP/Ajit Solanki)

Chhattisgarh merupakan salah satu dari sejumlah negara bagian di mana partai Kongres berkuasa.

Penggalan pidato Kalicharan telah memicu keributan di negara Asia Selatan itu

Salah satu pembicara di ibadah Minggu, Mahan Ramsundar Das, memilih keluar dari parlemen agama setelah pernyataan Kalicharan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons dugaan pelecehan terhadap ikon bangsa India, Menteri dalam negeri Maharashtra, Nawab Malik, juga buka suara. Ia mengatakan penghinaan terhadap Gandhi sama dengan penghinaan terhadap bangsa.

Semasa hidupnya, Gandhi terkait erat dengan Kongres Nasional India, atau partai Kongres, ia bahkan menjadi pemimpin partai itu.

Gandhi adalah ikon bangsa India, ia memobilisasi penduduk melawan kolonialisme Inggris. Dia juga memainkan peran kunci untuk membantu negaranya meraih kebebasan.

Terlepas dari popularitas Gandhi yang luar biasa, sebagian orang yang mendukung cita-cita nasionalis Hindu juga menyalahkan ikon bangsa itu karena tidak banyak berbuat sebelum India merdeka.

Mereka berpikir Gandhi tak cukup menghentikan agar India dan Pakistan membentuk negara lain.

Nasionalis Hindu sekaligus anggota partai politik garis keras Hindu Mahasabha, Nathuram Godse, membunuh Gandhi pada 30 Januari 1948. Insiden itu terjadi hanya beberapa bulan usai Inggris secara resmi meninggalkan anak benua itu.

Hindu Mahasabha telah melobi pemerintah India agar warisan Godse dilegitimasi. Ia bahkan meminta Perdana Menteri Narendra Modi untuk membuka kembali kasus pembunuhan Gandhi dan mengakhiri fitnah terhadap Godse.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian negara bagian Chhattisgarh, India, akan menyelidiki dugaan pelecehan terhadap sang ikon Mahatma Gandhi yang dilakukan salah satu tokoh radikal Hindu, Kalicharan Maharaj, Senin (27/12).

"Berdasarkan komplain dari politisi Partai Kongres, Pramod Dubey, sebuah kasus didaftarkan terhadap Kalicharan pada 26 Desember malam di kantor polisi Tikrapara di bawah KUHP India pasal 505 ayat 2 (memicu kebencian antar masyarakat) dan ayat 294 (tindakan cabul)," kata salah satu petugas kepolisian, seperti dikutip Sputnik News.

Sebelumnya, beredar video di media sosial saat Kalicharan Maharaj memuji pembunuh Gandhi Nathuram Godse dalam pidato yang disampaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya salut dengan Nathuram Godse yang telah membunuh Gandhi," ujar Maharaj dalam pidatonya di parlemen agama, Dharam Sansad atau kongregasi agama yang digelar di Raipur.

Acara itu juga dihadiri orang-orang suci dan peramal Hindu dari seluruh negeri.

Dia juga menghina Mahatma Gandhi dan menuduhnya tidak berbuat cukup untuk menghentikan pemisahan India dan Pakistan sebelum merdeka.

"Target Islam (atau umat Muslim) membawa negara di bawah kekuasaannya melalui politik. Mereka menangkap warga Bangladesh dan Pakistan (sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim) melalui politik," lanjut dia.

Lebih lanjut, Maharaj mengatakan bahwa jika kepemimpinan politik India lebih mendukung, umat Hindu akan diizinkan mengancam Muslim lebih bebas daripada sekarang.

Penganut Hindu garis keras itu juga mengecam kepemimpinan politik India karena menahan anggota komunitas Hindu daripada menangkap umat Muslim.

"Polisi kerap mengatakan tak mengambil prosesi melalui lingkungan mayoritas Muslim. Sebenarnya itu bukan salah polisi. Tindakan mereka bergantung pada penguasa politik."

"Polisi akan mendukung kami (aktivis Hindu radikal), jika kami memilih pemimpin Hindu yang setia," lanjut dia.

Mengenal negara bagian Chhattisgarh, baca di halaman berikutnya...



Mengenal Negara Bagian Chhattisgharh

Lukisan Mahatma Gandhi, Joe Biden, dan Kamala Harris. (AP/Ajit Solanki)

Chhattisgarh merupakan salah satu dari sejumlah negara bagian di mana partai Kongres berkuasa.

Penggalan pidato Kalicharan telah memicu keributan di negara Asia Selatan itu

Salah satu pembicara di ibadah Minggu, Mahan Ramsundar Das, memilih keluar dari parlemen agama setelah pernyataan Kalicharan.

Merespons dugaan pelecehan terhadap ikon bangsa India, Menteri dalam negeri Maharashtra, Nawab Malik, juga buka suara. Ia mengatakan penghinaan terhadap Gandhi sama dengan penghinaan terhadap bangsa.

Semasa hidupnya, Gandhi terkait erat dengan Kongres Nasional India, atau partai Kongres, ia bahkan menjadi pemimpin partai itu.

Gandhi adalah ikon bangsa India, ia memobilisasi penduduk melawan kolonialisme Inggris. Dia juga memainkan peran kunci untuk membantu negaranya meraih kebebasan.

Terlepas dari popularitas Gandhi yang luar biasa, sebagian orang yang mendukung cita-cita nasionalis Hindu juga menyalahkan ikon bangsa itu karena tidak banyak berbuat sebelum India merdeka.

Mereka berpikir Gandhi tak cukup menghentikan agar India dan Pakistan membentuk negara lain.

Nasionalis Hindu sekaligus anggota partai politik garis keras Hindu Mahasabha, Nathuram Godse, membunuh Gandhi pada 30 Januari 1948. Insiden itu terjadi hanya beberapa bulan usai Inggris secara resmi meninggalkan anak benua itu.

Hindu Mahasabha telah melobi pemerintah India agar warisan Godse dilegitimasi. Ia bahkan meminta Perdana Menteri Narendra Modi untuk membuka kembali kasus pembunuhan Gandhi dan mengakhiri fitnah terhadap Godse.


HALAMAN:
1 2