Korban Tewas Akibat Serangan Bandit Nigeria Tembus 200 Orang

CNN Indonesia
Minggu, 09 Jan 2022 20:15 WIB
Presiden Nigeria mengutuk serangan para bandit dan telah menetapkan kelompok bersenjata tersebut sebagai teroris. Ilustrasi penyerangan dengan senjata api (Thinkstock/hurricanehank)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 200 orang dilaporkan tewas dalam serangan kelompok bersenjata di negara bagian Zamfara, Nigeria barat Laut, pekan lalu.

Konflik ini diawali bentrokan antara penggembala ternak nomaden dan petani yang menetap atas tanah dan sumber daya.

"Ini mengerikan dan tragis. Lebih dari 200 orang dikubur karena serangan oleh bandit," kata juru bicara Sadiya Umar Farouq, menteri urusan kemanusiaan seperti diberitakan AFP.


"Kami juga khawatir tentang ratusan orang yang melarikan diri dalam dari komunitas mereka," tambahnya.

Menurut Farouq, lebih dari 10 ribu warga juga kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka dihancurkan oleh para bandit. Sementara itu, masih banyak laporan orang yang hilang akibat serangan tersebut.

Pada hari Sabtu lalu (8/1), empat warga mengatakan kepada AFP bahwa kelompok bandit bersenjata mengamuk di distrik Anka dan Bukkuyum selama dua hari. Penyerangan yang mereka lakukan sedikitnya menewaskan 140 orang.

Babandi Hamidu, seorang penduduk desa Kurfa Danya mengatakan para kelompok militan itu menembak siapa pun yang terlihat.

Sementara itu, Gubernur Zamfara Bello Matawalle mengklaim jumlah korban tewas hanya 58 orang akibat serangan tersebut. Namun, penduduk setempat yang kembali ke desa untuk mengatur pemakaman massal mengatakan bahwa jumlah korban tewas melebihi 200 orang.

"Emir Anka memberikan daftar 22 kematian, sedangkan Emir Bukkuyum memberikan daftar 36 korban," kata juru bicara gubernur, Zailani Bappa, dalam sebuah pernyataan, Sabtu (8/1) malam.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari lantas mengutuk serangan tersebut. Ia mengatakan serangan itu sebagai tindakan putus asa oleh para pembunuh massal. Pemerintah Nigeria minggu ini secara resmi melabeli kelompok bandit sebagai teroris. Sanksi berat juga akan diberikan terhadap kelompok bersenjata itu.

Angkatan bersenjata Nigeria mengaku telah membunuh 537 anggota kelompok bersenjata dan elemen kriminal lainnya di wilayah tersebut. Kemudian ada 374 orang lainnya ditangkap sejak Mei tahun lalu. Sementara 452 warga sipil yang diculik oleh bandit tersebut telah diselamatkan.

Sebelumnya, militer Nigeria melakukan serangan udara pada Senin (4/1) dengan sasaran hutan Gusami dan desa Tsamre barat di Zamfara, menewaskan lebih dari 100 bandit termasuk dua pemimpin mereka.

Imbas dari serangan tersebut, lebih dari 300 pria bersenjata dengan sepeda motor menyerbu delapan desa di daerah Anka di Zamfara pada Selasa (5/1) dan mulai menembak warga secara sporadis, menewaskan sedikitnya 30 orang.

Penyerang juga mengamuk dan menembaki 10 desa di distrik Anka dan Bukkuyum pada Rabu hingga Kamis lalu. Mereka menembaki, menjarah serta membakar rumah warga, menurut laporan Al-Jazeera.

Tindak kekerasan dan kejahatan di wilayah Nigeria Barat Laut telah mengalami peningkatan tajam sejak akhir 2020, ketika pemerintah berjuang untuk menjaga hukum dan ketertiban di negara tersebut.

Tahun lalu, bandit menjadi berita utama internasional dengan serangkaian serangan ketika menculik ratusan pelajar di sekolah dan perguruan tinggi. Sebagian besar pelajar dibebaskan tetapi beberapa dari siswa itu masih ditahan.

(chn/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER