Anyang Kota Ketiga di China yang Lockdown karena Omicron

CNN Indonesia
Selasa, 11 Jan 2022 16:33 WIB
Kota Anyang menjadi kota ketiga di China yang harus mengalami lockdown karena kasus penyebaran varian Omicron. China lockdown Kota Anyang usai ditemukan kasus varian Omicron. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kota Anyang menjadi kota ketiga di China yang harus mengalami penguncian (lockdown). Kota berpenduduk 5,5 juta orang ini ditutup setelah wilayah ini mengonfirmasi dua kasus varian Omicron, Senin (10/1).

Dua kasus Covid-19 Omicron ini dipercaya berhubungan dengan kasus lain yang ditemukan Sabtu (8/1) di kota Tianjin.

Sebelumnya, hampir 14 juta warga kota Tianjin menjalani tes massal pada Minggu (9/1). Tes massal ini dilakukan setelah kota itu mendeteksi dua kasus varian Omicron.


Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai masa lockdown di Anyang. Meski demikian, sebuah pemberitahuan menyebut lockdown dilakukan untuk mendukung tes massal di kota itu.

Masyarakat tak diizinkan meninggalkan rumah mereka, kendaraan non-esensial dilarang berada di jalan, dan toko-toko harus ditutup kecuali yang menjual barang pokok, menurut pengumuman kota Anyang yang dibagikan oleh media pemerintah, Senin (10/1).

Selain Anyang, kota Xi'an dan Yuzhou juga tengah mengalami lockdown. Kedua kota ini sedang bergulat dengan penyebaran kasus varian Delta dan belum ada dari mereka yang melaporkan kasus Omicron.

Lockdown di kota Xi'an sempat menjadi sorotan media karena derita masyarakat yang terkuak di media sosial akibat kebijakan ini. Beberapa warga mengaku mereka tak mendapatkan makanan, perlengkapan dasar, bahkan perawatan medis.

Ada seorang netizen yang mengungkapkan kasus perempuan hamil ditolak masuk Rumah Sakit Xi'an Gaoxin karena tak memiliki hasil tes Covid-19 yang valid. Perempuan ini dikabarkan dibiarkan menunggu di luar rumah sakit selama dua jam dan akhirnya keguguran.

Ada juga kisah netizen yang mencari pertolongan karena rumah sakit lokal menolak merawat ayahnya. Ayah netizen ini baru saja mengalami serangan jantung, dan penolakan dilakukan karena keluarga ini tinggal di wilayah kota 'berisiko sedang.'

Ayah netizen ini baru diperbolehkan masuk ke rumah sakit setelah situasi semakin darurat. Namun, upaya ini tak mampu menyelamatkan nyawa ayahnya.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER